Ratusan Rumah Terencam Banjir

245
JEBOL : Banjir merendam jalan desa di wilayah Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, kemarin. Warga mengamankan perabot, barang elektronik lainnya. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
JEBOL : Banjir merendam jalan desa di wilayah Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, kemarin. Warga mengamankan perabot, barang elektronik lainnya. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
JEBOL : Banjir merendam jalan desa di wilayah Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen, kemarin. Warga mengamankan perabot, barang elektronik lainnya. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Hujan deras yang mengguyur wilayah Ungaran dan Salatiga berdampak meluapnya Sungai Rendeng yang melintasi Desa Kalitengah, Kecamatan Mranggen. Akibatnya, banjir merendam ratusan rumah dan areal tanaman padi dipersawahan milik warga.

Ketinggian genangan air di Desa Kalitengah yang juga merendam jalan tersebut mencapai 40 hingga 60 sentimeter. Banjir inipun sangat menganggu aktivitas warga. Suwarno, seorang warga menuturkan, karena air banjir tersebut merendam rumahnya, maka barang-barang perabot ditaruh ditempat yang lebih tinggi. “Kami evakuasi barang-barang perkakas rumah agar tidak basah,”katanya, kemarin.

Penjabat Kades Kalitengah, Kecamatan Mranggen, Saefudin mengatakan, banjir di kampungnya membuat rusak tanaman padi siap panen. Ini bila banjir tidak segera surut. “Kita berharap, air secepatnya hilang sehingga tanaman padi warga bisa terselamatkan,”katanya.

Selain di Desa Kalitengah, banjir serupa juga dialami Desa Banyumeneng, Teluk, Ngemplak, Kauman Mranggen dan Desa Waru. Sedangkan, di wilayah Kecamatan Guntur, banjir merendam Desa Gaji, Tangkis, dan Desa Krandon serta beberapa desa di Kecamatan Karangawen. Ini terjadi akibat luapan Sungai Setu yang tidak bisa menampung air dari wilayah selatan Demak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Anjar Gunadi mengatakan, air banjir rata-rata menggenangi pekarangan dan sebagian rumah penduduk. “Ini karena air sungai melimpas tidak kuat menampung air,” katanya. (hib/fth)