Jelang Kongres, Belum Juga Musda

205
BELUM MUSDA: Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Sukawi Sutarip bersama jajaran pengurus DPD dan DPC saat deklarasi mendukung SBY kembali menjadi Ketua Umum, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
BELUM MUSDA: Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Sukawi Sutarip bersama jajaran pengurus DPD dan DPC saat deklarasi mendukung SBY kembali menjadi Ketua Umum, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
BELUM MUSDA: Ketua DPD Partai Demokrat Jateng Sukawi Sutarip bersama jajaran pengurus DPD dan DPC saat deklarasi mendukung SBY kembali menjadi Ketua Umum, kemarin. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

SEMARANG – Kongres Partai Demokrat (PD) yang rencananya akan digelar di Bali pada bulan Mei nanti seolah menjadi ironi bagi Demokrat Jateng. Sebab hingga saat ini PD Jateng belum juga menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru. Kepengurusan lama yang diketuai Sukawi Sutarip saat ini sudah diperpanjang lebih dari dua tahun lamanya.

Pengamat politik Undip Teguh Yuwono berpendapat langkah PD yang menggelar Kongres sebelum regenerasi kepengurusan di bawahnya rampung merupakan hal yang aneh. ”Aneh sekali, sebelum memilih pengurus di tingkat nasional, seharusnya seluruh proses di tingkat cabang dan daerah selesai,” ujarnya.

Teguh mencoba membandingkan dengan PDIP. Partai berlambang banteng moncong putih itu lebih dulu merampungkan seluruh Konferensi Daerah (Konferda) di tingkat provinsi sebelum menggelar Kongres April nanti. Dia menganggap hal itu terjadi lantaran sebagai partai yang berusia relatif muda, Demokrat kurang berpengalaman. ”Masa jabatan Pak Sukawi yang sudah habis kan berkali-kali diperpanjang. Ini menandakan aturan di partai tidak dijalankan dengan baik. Seharusnya selesaikan dulu di tingkat kabupaten/kota dan provinsi, baru finishing di tingkat nasional,” imbuhnya.

PD sendiri beberapa kali hendak menggelar Musda. Namun selalu gagal. Akibatnya, kepengurusan yang diketuai Sukawi tetap langgeng. Teguh memprediksi, PD tak segera menggelar Musda di Jateng untuk menghindari konflik. Dia melihat SBY masih tarik ulur menyikapi kondisi di Jateng. Tak kunjung digelarnya Musda membuat legitimasi suara yang akan diberikan Jateng dalam Kongres dipertanyakan. ”Apa nanti Ketua DPD Jateng suaranya dianggap sah, apa Ketua Umum yang terpilih juga sah karena dipilih kepengurusan yang belum menggelar Musda,” tanyanya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD PD Jateng Sukawi Sutarip mengakui ada perpanjangan masa jabatan kepengurusan DPD Jateng karena belum menggelar Musda. Karenanya suara Jateng tetap dianggap sah dalam Kongres. ”Jateng sudah beberapa kali mengajukan Musda. Namun karena dulu mendekati waktu Pileg dan Pilpres, maka diputuskan Musda setelah Kongres,” paparnya dalam jumpa pers di restoran Gama Candi Bangkong, kemarin.

Dia menambahkan perpanjangan SK kepengurusan DPD Jateng dikeluarkan DPP pada Desember 2015 hingga pelaksanaan Musda. ”Kan ada juga partai yang tidak menempuh Musda, tapi Ketua dipilih secara penunjukan,” ujarnya.

Sukawi mengatakan dalam Kongres nanti, PD Jateng mendukung penuh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk kembali memimpin partai berlambang bintang mercy tersebut. ”Partai Demokrat masih membutuhkan figur SBY sebagai pemersatu ke depan. Terlebih dalam pemilu lalu Demokrat kurang beruntung,” katanya.

Menurutnya pada 10-12 Oktober 2014 lalu, pihaknya telah menyerap aspirasi dari seluruh DPC dan Fraksi PD Kabupaten/Kota se-Jateng. Dari situ didapat 9 pokok pikiran yang di antaranya sepakat mendukung SBY menjadi Ketua Umum. ”Sebanyak 35 DPC ditambah DPD telah membuat surat pernyataan untuk mendukung SBY,” ungkapnya. (ric/ce1)