Warga Desak Pemkab Perbaiki Jembatan Sendang

736
JEMBATAN RUSAK : Kades Sendang, Syamsudin bersama Staf Pemdes Sendang mengecek kondisi dan konstruksi jembatan Sendang Kulon Pondok yang rusak setelah hujan deras. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
JEMBATAN RUSAK : Kades Sendang, Syamsudin bersama Staf Pemdes Sendang mengecek kondisi dan konstruksi jembatan Sendang Kulon Pondok yang rusak setelah hujan deras. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
JEMBATAN RUSAK : Kades Sendang, Syamsudin bersama Staf Pemdes Sendang mengecek kondisi dan konstruksi jembatan Sendang Kulon Pondok yang rusak setelah hujan deras. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BRINGIN-Warga Desa Sendang, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, meminta Pemkab Semarang segera melakukan perbaikan jembatan Sendang Kulon Pondok. Pasalnya, gelagar jembatan tersebut melengkung akibat tiang penyangganya bergeser.

Warga khawatir jembatan tersebut runtuh, jika dilewati truk angkutan berat. Apalagi air di Sungai Sendang sangat deras pada musim hujan yang sewaktu-waktu dapat merusak tiang-tiang penyangga jembatan. Untuk mengantisipasi runtuhnya jembatan, warga memasang rambu peringatan kendaraan dengan berat melebihi 13 ton dilarang melintas.

Menurut Erwanto, 52, warga Desa Sendang, kerusakan jembatan Sendang Kulon Pondok tersebut sudah terjadi dua tahun lalu. Diperkirakan kerusakan terjadi akibat pondasi tiang penyangga tergerus air sungai. Kebetulan air Sungai Sendang sangat deras, terutama saat musim penghujan.

“Kerusakannya terjadi 2 tahun, setahu saya belum pernah diperbaiki secara total. Hanya ditambal sulam perbaikannya yakni menambah aspal dan penguatan pada tiang,” kata Erwanto, Senin (16/3) kemarin.

Erwanto menambahkan, warga khawatir jika sewaktu-waktu jembatan tersebut ambruk karena air sungai deras terutama ketika curah hujan tinggi. Belum lagi, ketika dilewati truk-truk bermuatan berat-berat, akan semakin merusak jembatan.

“Sebenarnya kami sudah pasang rambu peringatan kendaraan melebihi 13 ton dilarang melintas. Tapi kalau malam tidak ada yang mengawasi, jadi sering ada yang sudah terlanjur melintas,” kata Erwanto.

Kepala Desa Sendang, Syamsudin menambahkan bahwa kerusakan jembatan sudah dilaporkan ke Pemkab Semarang untuk segera dilakukan perbaikan. Saat ini, perbaikan hanya penambahan aspal pada landasan yang melengkung. Selain itu, ada perbaikan pada tiang penyangga.

“Pengajuan perbaikan sebenarnya sudah dilakukan dua kali perbaikan, tapi baru sebatas tambal sulam saja menambah aspal dan perbaikan tiang dan talut,” tutur Syamsudin saat ditemui sedang melakukan pengecekan Jembatan Sendang.

Menurut Syamsudin, pihaknya berharap ada perbaikan secara menyeluruh secepatnya, sehingga warga merasa khawatir sewaktu-waktu jembatan runtuh. Apalagi jembatan itu menjadi salah satu penghubung Kecamatan Bringin, Bancak hingga Kecamatan Suruh dan tembus ke Kabupaten Boyolali.

“Warga berharap diperbaiki secara keseluruhan, sebab lalulintas di jalur ini sangat padat. Terutama truk-truk pengangkut material bangunan yang beban angkutannya sangat berat. Kami khawatir, jika tidak diperbaiki secara maksimal, jembatan bisa runtuh saat dilewati truk atau saat hujan deras,” tandasnya. (tyo/ida)