Diuji di Singapura

197
TERBAIK DI JATENG: Kavita Crisna, saat tampil di Kejurprov 2015 lalu di mana dia tak terkalahkan. Namun ujian sesunguhnya Kavita adalah di Kejuaraan Renang Internasional Singapura Terbuka, 17-22 Maret ini sebelum tampil di Pra PON mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
TERBAIK DI JATENG: Kavita Crisna, saat tampil di Kejurprov 2015 lalu di mana dia tak terkalahkan. Namun ujian sesunguhnya Kavita adalah di Kejuaraan Renang Internasional Singapura Terbuka, 17-22 Maret ini sebelum tampil di Pra PON mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
TERBAIK DI JATENG: Kavita Crisna, saat tampil di Kejurprov 2015 lalu di mana dia tak terkalahkan. Namun ujian sesunguhnya Kavita adalah di Kejuaraan Renang Internasional Singapura Terbuka, 17-22 Maret ini sebelum tampil di Pra PON mendatang. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tiga perenang Jateng akan tampil di Kejuaraan Renang Internasional Singapura Terbuka, 17-22 Maret ini. Mereka adalah Margaretha Kretapradani, Kavita Chrisna, dan Sagita Putri.

Ajang tersebut juga dijadikan alat ukur bagi Pengprov Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Jateng untuk melihat perkembangan ketiganya sebelum diturunkan di ajang Pra PON dan PON Jabar 2016 mendatang. ”Ujian sesungguhnya bagi Kavita, Margaretha dan Sagita di Singapura ini. Kami menargetkan, mereka bisa memperbaiki catatan waktu terbaik masing-masing,” tutur Pelatih Renang Jateng Omar Fauzi, kemarin.

Lawan yang akan dihadapi mereka di Negeri Singa adalah yang terbaik di negara-negara Asia Tenggara seperti tuan rumah Singapura, Malaysia dan Thailand. Tiga perenang itu memang diproyeksikan untuk pra-PON, bahkan bisa meraih medali emas di PON XIX Jabar nanti.

Pada saat tampil di kejurprov renang di Kolam Renang Jatidiri, beberapa waktu lalu, catatan waktu memang kurang memuaskan. Omar menandaskan, kejurprov lalu bukanlah ukuran bagi tim pelatih untuk melakukan evaluasi mendalam.

Sebab, imbuhnya, kondisi perenang Jateng memang kurang maksimal karena program di Pelatda tengah berat-beratnya. Di sisi lain, persaingan tiga atletnya itu memang pada level Asia Tenggara. Bukan lagi pada kejurprov atau nasional sekalipun. ”Karena itu, hasil latihan mereka selama ini akan diuji di Singapura nanti. Itu yang akan dievaluasi mendalam,” lanjut Omar.

Ketua Harian PRSI Jateng Hartadi Noertjojo berharap, ketiga perenang Jateng bisa tampil maksimal di Singapura nanti. Sebab, kejuaraan tersebut bisa menjadi patokan bagi mereka seberapa jauh perkembangan diri mereka sendiri. ”Harus mampu menganalisis kemampuan diri sendiri. Yang lebih diutamakan adalah catatan waktu mereka,” tandas Hartadi.

Untuk pra-PON sendiri, PRSI Jateng memproyeksikan 12 perenang. Hingga kini, belum ada kepastian event yang akan dijadikan ajang kualifikasi. Salah satunya kejurnas. Karena itu, dia akan memantau di Singapura Terbuka nanti. (bas/smu)