Tiap Koridor Tempatkan 8 Petugas Keamanan

255
(ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
(ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebagai bentuk antisipasi terhadap aksi kejahatan hingga pelecehan seksual di area ruang publik, seperti halnya di dalam Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang. Selama ini pihak pengelola telah memasang CCTV di dalam bus. Namun untuk menambah kenyamanan penumpang, pihaknya akan menempatkan petugas keamanan. Hal itu mendesak dilakukan menyusul telah terjadinya dugaan pelecehan di BRT.

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Semarang Joko Umboro mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mencegah dugaan pelecehan terhadap penumpang.
”Petugas pengamanan itu nantinya berseragam resmi. Ada delapan petugas setiap koridor. Mereka akan masuk di sejumlah BRT secara acak. Mudah-mudahan keamanan semakin terjamin,” ujarnya, Minggu (15/3).

Mengenai CCTV yang ada di dalam bus, Joko Umboro mengatakan akan dimaksimalkan penggunaannya. Alat tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pelaku kejahatan di dalam bus. ”Minat masyarakat akan BRT yang semakin tinggi ini, harus diimbangi dengan peningkatan pelayanan. CCTV telah lama dipasang sebagai bentuk antisipasi. Namun jika bus padat penumpang kami juga sulit mengawasi,” katanya.

Selain petugas keamaanan dan CCTV, Joko menambahkan saat ini BLU BRT sudah mempersiapkan e-ticketing atau pemindai tiket yang nantinya akan dibawa kru BRT. Selain mempunyai fungsi utama sebagai pemindai tiket, alat ini juga bisa berfungsi memberitahukan bila ada pelaku kejahatan di dalam bus. ”Cara kerjanya petugas tinggal menekan satu tombol kemudian dari server yang ada di kantor pusat pengelolaan BRT akan bisa tahu kalau sedang ada pelaku kejahatan di dalam bus,” tandasnya.

Anggota DPRD Kota Semarang Sugihartono mengapresiasi langkah BLU Trans Semarang. Antisipasi sejak dini memang harus dilakukan. Jangan sampai kenyamanan penumpang terganggu dengan adanya kejahatan atau pelecahan di dalam BRT. ”Tujuannya BRT bisa menjadi pengganti moda transportasi pribadi. Sehingga volume kendaraan pribadi bisa terkurangi, tidak akan macet lagi. Tapi kalau di dalam BRT saja tidak aman, bagaimana masyarakat mau beralih ke BRT. Karena yang dicari penumpang itu nyaman dan aman,” katanya. (zal/ce1)