Kesulitan Usut Korupsi Bedah Rumah

135
Deddy SH. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Deddy SH. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
Deddy SH. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Kejaksaan Negeri (Kejari) Demak hingga kini masih mengusut kasus dugaan korupsi bantuan bedah rumah di di Desa Sidorejo wilayah Kecamatan Sayung. Kajari Demak Nur Asiyah SH melalui Kasi Pidsus Deddy SH mengatakan, pihak penyidik kejaksaan dalam perkembangannya sedikit mengalami hambatan dalam mengusut kasus tersebut. Kerugian ditaksir hanya sekitar Rp 23 juta.

Para saksi dari pemilik toko bangunan banyak yang melakukan aksi bungkam. “Mereka bilang pembelian material bedah rumah sudah sesuai prosedur,” katanya.

Meski demikian, kejaksaan terus melacak dan melengkapi berbagai alat bukti termasuk dugaan adanya uang keamanan serta uang yang diduga dipakai untuk ibadah umrah. Selain itu, dalam pelacakan terhadap rekening yang digunakan untuk mentransfer dana bedah rumah juga ditemukan adanya kejanggalan dan tidak sesuai prosedur semestinya.

Sebagian dana dari Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) itu ditransfer lewat bank BRI lalu ke rekening penerima manfaat atau masyarakat. Setelah itu, dana itu dibelikan material oleh penerima bersama pendamping. “Tapi disisi lain ada pula dana yang diduga ditransfer dari Kemenpera ke BRI bukan ke penerima manfaat, tapi dana setelah ditarik dari bank itu langsung dibelikan material bangunan ke toko bangunan,” imbuhnya.

Di wilayah Kecamatan Sayung sendiri tercatat ada 1.334 penerima bantuan bedah rumah. masing-masing penerima mendapat bantuan bedah rumah sebesar Rp 6 juta perorang. “Kami masih terus berusaha untuk mengusut tuntas kasus ini,” tambahnya Deddy SH. Seperti diketahui, Kemenpera sebelumnya memberikan bantuan bedah rumah untuk 2 ribu rumah warga miskin, termasuk di Kecamatan Sayung. Tapi dalam pelaksanaannya diduga banyak yang dipotong. Akibatnya, yang dirugikan warga miskin dan negara. (hib/fth)