Geranat Dorong Kejati Eksekusi Mati

268
NARKOBA: Puluhan aktivis Geranat menggelar aksi dukung terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
NARKOBA: Puluhan aktivis Geranat menggelar aksi dukung terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
NARKOBA: Puluhan aktivis Geranat menggelar aksi dukung terpidana mati kasus narkoba segera dieksekusi. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Gerakan Nasional Anti Narkoba (Geranat) Kota Semarang menggelar unjuk rasa di depan Gedung Kejati Jateng pada Kamis (12/3) kemarin. Mereka menuntut kepada kejaksaan bersikap tegas dan segera mempercepat proses eksekusi mati terpidana kasus narkoba.

Pengunjuk rasa menggelar long march dari bundaran air mancur Jalan Pahlawan dan menuju kantor Kejati. Peserta aksi juga menggelar teatrikal yang menggambarkan seorang terpida kasus narkoba ditutup kepalanya dan dikawal seorang petugas aparat dengan membawa senjata laras panjang.

Selain itu, peserta aksi juga membentangkan spanduk kecaman bernada dorongan kepada kejakasaan bertuliskan ”Segera Eksekusi Mati Terpidana Kasus Narkoba”. Selain itu, atribut lain bernada ”Selamatkan Generasi Muda dari Narkotika”, Peserta aksi juga menyuarakan ”Kejaksaan Jangan Takut Intervensi Asing”, ”Eksekusi Bandar Narkoba atau Rakyat yang Dieksekusi oleh Narkoba”.

Ketua Ketua DPC Geranat Kota Semarang Azis Ghani mengatakan aksi ini sebagai bentuk dukungan, sekaligus mendorong kepada Kejaksaan supaya mempercepat eksekusi mati terpidana kasus narkoba. Menurutnya, narapidana kasus narkoba sudah terbukti kesalahannya baik secara hukum maupun norma yang dianut Indonesia. ”Kami bersama-sama mengajak masyarakat Kota Semarang untuk menyuarakan segera eksekusi mati para terpidana kasus narkoba. Indonesia jangan takut dengan intervensi negara asing. Ini penting untuk menyelamatkan generasi putra dan putri bangsa Indonesia,” tegasnya.

Selain itu pihaknya juga mengajukan empat tuntutan kepada Kejati Jateng di antaranya habisi bandar narkoba, segera turunkan instruksi kepada eksekutor untuk mengeksekusi mati terpidana, buktikan sikap tegas dari kejaksaan sebagai cerminan kesungguhan dalam menjaga kedaulatan NKRI dan terpidana kasus narkoba wajib dihukum. ”Tak ada alasan bagi pihak kejaksaan untuk menunda eksekusi mati. Apalagi jika penyebabnya adalah intervensi dari negara asal para tersangka. Kami telah siap dengan segenap jiwa raga mencurahkan pengorbanan membela negara. Jadi wajib hukumnya pihak kejaksaan segera mengeksekusi mati para tersangka yang telah dijatuhi pidana mati oleh pengadilan dan putusannya telah mempunyai kekuatan hukum tetap,” tegasnya.

Sementara Asisten Intelijen Kejati Jateng, Jacob Hendrik P menjelaskan, Kejati tidak mengulur waktu untuk melakukan eksekusi mati terpidana kasus narkoba. Hanya saja, Kejati masih menunggu keputusan waktu dari pusat. Selain itu, saat ini persidangan juga masih berjalan. ”Tidak ada penundaan dan pembatalan. Hanya tanggalnya belum ditetapkan. Berbagai macam cara PK, PTUN kita hormati. Kami juga berterima kasih dengan adanya aksi ini sebagai bentuk dukungan anak bangsa terhadap terpidana mati kasus narkoba demi kedaulatan hukum. Jadi begitu tanggal ditetapkan, kami siap eksekusi,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)