Dewan Minta Pemkot Kendalikan Harga

125
MUALIM. (DOK/RASE)
MUALIM. (DOK/RASE)
MUALIM. (DOK/RASE)

SEMARANG – DPRD Kota Semarang meminta Pemkot Semarang segera menyikapi kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako) pasca diumumkannya kenaikan BBM per 1 Maret kemarin. Dewan juga diharapakan segera melakukan operasi pasar.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Mualim mengatakan, kenaikan harga BBM sangat memengaruhi harga sembako. Menurutnya, kenaikan tersebut sangat berdampak terhadap rakyat kecil atau ekonomi menengah ke bawah yang dikhawatrikan akan semakin terpuruk.

”Pemkot harus tanggap. Harus ada tindakan konkret. Seperti menggelar operasi pasar agar harga bisa ditekan. Misalnya saja harga beras. Bulog seharusnya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga yang tetap stabil. Sehingga rakyat kecil tidak semakin terpuruk,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Kamis, (12/3) kemarin.

Selain mengambil langkah pemantauan, lanjut legislator dari Fraksi Gerindra ini, pemkot melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) harus mempunyai langkah dan antisipasi terkait kenaikan harga sembako di pasaran.

”Sebenarnya harga sembako bisa dikendalikan oleh pemkot. Misalnya harga sebuah barang itu di ambang batasannya, maksimal berapa dan minimal dijual dengan harga berapa. Saya yakin Disperindag pasti punya tim yang memantau dan mengawasi harga dan distribusi barang di pasaran. Oleh karena itu segera dilakukan tindakan,” tegasnya.

Sementara, Anggota Komisi B Danur Respriyanto menambahkan, pengendalian harga sembako untuk mengurangi keresahan pada masyarakat ekonomi bawah, supaya tidak terbebani dengan berbagai kenaikan harga. ”Kami siap membantu dan melakukan musyawarah. Pemerintah harus melakukan tindakan terlebih dulu untuk melakukan pengawasan. Saya sendiri juga kurang tahu kenapa harga BBM tiba-tiba naik tanpa adanya pemberitahuan. Apalagi, bulan depan tarif listrik juga naik,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)