Parkir Pasar Prembaen Harus Ditata

277

KEMBANGSARI – Pemkot Semarang akan menggelontorkan anggaran eks kontingensi untuk Kelurahan Kembangsari sebesaar Rp 343 juta. Dana tersebut untuk berbagai proyek infrastruktur di wilayah tersebut. Hal itu diungkapkan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat mendatangi wilayah kelurahan Kembansari, Kecamatan Semarang Tengah, bersama rombongan SKPD, Minggu (8/3) kemarin.

Dikatakan Hendi, sapaan akrab wali kota, secara umum infrastruktur wilayah Kembangsari sudah cukup baik. Hal itu didukung keguyuban warganya dan kemandirian warganya dalam melakukan penataan lingkungan sekitar tanpa harus menunggu bantuan dari Pemkot Semarang. ”Saya sangat mengapresiasi dengan lingkungan di sini. Warganya guyup dan aktif sendiri tanpa menunggu banuan Pemkot Semarang. Pertahankanlah kondisi seperti ini,” ujar wali kota.

Tahun ini pemkot akan menurunkan dana eks kontingensi untuk Kelurahan Kembangsari sebesar Rp 343 juta. Anggaran tersebut untuk program pavingisasi di beberapa RW, pembangunan saluran air, pembangunan saluran air, dan lainnya. ”Saya hanya pesen kepada sedulur-sedulur semua untuk nyengkuyung membantu dan mengawasi proses pembangunan infrastruktur yang kita laksanakan. Swadaya dan gotong royong dari panjenengan semua sangat kita butuhkan agar percepatan pembangunan bisa terwujud,” harapnya.

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kembangsari, Suhono Condro, dalam laporannya menyampaikan perkembangan dan pembangunan infrastruktur Kelurahan Kembangsari sudah cukup baik. ”Banyak perbaikan fisik serta pembangunan jalan yang sudah dilakukan. Namun masalah kemacetan menjadi momok warga di sini. Misalnya kemacetan di Pasar Prembaen, utamanya saaat jam-jam kantor dan sekolah selalu macet,” keluh Suhono.

Mendengar keluhan warga tersebut, wali kota menyampaikan bahwa Pasar Prembaen sudah tidak nyaman lagi untuk berjualan. Sehingga keberadaan pasar tersebut sudah tidak pantas, karena tempatnya yang kecil membuat kemacetan di sana-sini.
”Permasalahan Pasar Prembaen akan kami kaji lebih dalam bersama DPRD dan SKPD terkait. Sementara untuk mengurai kemacetan yang terjadi di sana segera kami selesaikan bersama Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika,” ujar wali kota.

Wali kota menginstruksikan kepada Dishubkominfo untuk segera melakukan penataan parkir baik untuk motor maupun mobil yang ada di pasar tersebut, agar tidak mengganggu pengguna jalan yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Dalam kesempatan tersebut wali kota menyempatkan mengunjungi rumah pembibitan anggrek yang dilakukan oleh salah satu warga sebagai petani anggrek. Wali kota berharap agar keterampilan seperti ini ditularkan pada warga lainnya. Sehingga akan menjadi komoditas unggulan yang dimiliki Kelurahan Kembangsari. (zal/ce1)