Daerah Endemik DBD Merata

145

GUNUNGPATI – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi momok bagi masyarakat Kota Semarang. Oleh karena itu, harus diwaspadai dengan melakukan antisipasi pencegahan dengan menekan perkembnagbiakan nyamuk.

Di Kota Atlas ini, hampir semua daerah endemik nyamuk penyebab DBD. Bahkan tingkat tertinggi endemik selalu berpindah-pindah. Seperti di Kecamatan Genuk dan Gunungpati. Dua wilayah tersebut mengalami pasang surut jumlah penderita penyakit DBD. Hal itu diakui oleh Camat Genuk, Sumarjo, Minggu (8/3). ”Apa yang terjadi di tahun 2014, Kecamatan Genuk menduduki peringkat pertama jumlah kasus DBD dari 16 kecamatan. Dengan segala upaya, kita bersama masyarakat terus berusaha menekan kasus penyakit ini,” ujar Sumarjo.

Menurut Sumarjo, selain rutin menggencarkan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN), upaya sosialisasi hidup bersih serta rutin mengadakan kebersihan lingkungan terus dilakukan.
”Upaya antisipasi pencegahan yang kita lakukan membuahkan hasil positif, dari data yang tercatat di awal tahun 2015 hingga akhir Febuari hanya menduduki peringkat 13 dari 16 kecamatan, dengan jumlah pasien DBD yang terdata hanya 5 kasus,” lanjut Sumarjo.

Sementara itu, dihubungi terpisah, Camat Gunungpati, Bambang Pramusinto mengatakan, wilayahnya yang masih terdapat banyak perkebunan dan tumbuhan, tentu sangat berpotensi untuk perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. ”Memang untuk itu akan kita lakukan upaya yang lebih ekstra, agar mengurangi perkembangan nyamuk Aedes Aegypti. Kegiatan rutin PSN dan pemeriksaan jentik nyamuk di permukiman warga menjadi sarana yang cukup efektif hingga saat ini,” kata Bambang.

Menurut Bambang, kebijakan Dinas Kesehatan Kota Semarang dengan menerjunkan surveyor di tiap kelurahan, juga dirasakan sangat membantu wilayah untuk menekan kasus DBD. Diakui Bambang, di tahun 2013 Gunungpati juga sempat menduduki peringkat pertama tertinggi jumlah kasus DBD. ”Namun di tahun-tahun berikutnya melalui gebrakan sosialisasi PSN dan kerja bakti, Gunungpati peringkatnya sempat di angka 16 atau terbaik se-Kota Semarang yakni di tahun 2014. Hinggga akhir febuari 2015, di Gunungpati sendiri tercatat di puskesmas ada 17 kasus DBD,” pungkasnya. (ewb/zal/ce1)