Pelanggaran KIR Didominasi Angkot dan Truk

293
TAK LAIK: Petugas Dishubkominfo mengehentikan sejumlah angkot, truk, dan taksi yang diduga masa uji KIRnya telah habis. (ist)
TAK LAIK: Petugas Dishubkominfo mengehentikan sejumlah angkot, truk, dan taksi yang diduga masa uji KIRnya telah habis. (ist)
TAK LAIK: Petugas Dishubkominfo mengehentikan sejumlah angkot, truk, dan taksi yang diduga masa uji KIRnya telah habis. (ist)

KARANGAYU- Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang mulai menggencarkan operasi uji kelaikan kendaraan. Sebab, diduga banyak kendaraan yang tidak laik jalan namun tetap beroperasi. Dalam razia yang digelar di Jalan Jenderal Sudirman, kemarin (4/3), belasan kendaraan baik truk maupun angkutan umum terjaring operasi.

Menurut Kasie Lalu Lintas Dishubkominfo Kota Semarang Ambar Prasetya, operasi ini untuk mengecek kelayakan jalan angkutan umum dan kendaraan barang. Pasalnya selama ini diduga banyak kendaraan yang sudah habis masa uji KIR-nya, namun masih tetap beroperasi.“Operasi ini kami khususkan untuk truk, angkot dan taksi,” terangnya.

Selain mengecek kelayakan kendaraan, pihaknya juga mengecek kelengkapan kendaraan lainnya. Seperti lampu, sein hingga alat kelengkapan keamanan lain. Dari hasil kendaraan yang terjaring, banya ditemukan uji KIR yang sudah habis masa berlaku. Kepada para pelanggar, pihaknya memberikan surat tilang.“Mereka kita tilang dan jika ada uji KIR yang sudah habis, segera kami minta mereka melengkapi dan mengurusnya dimana surat-surat kami sita dulu,” tukasnya.

Ditambahkan, para pelanggar terbanyak adalah pengemudi truk angkutan dan angkot. Sedangkan pengemudi taksi rata-rata cukup patuh karena kepengurusan izin KIR mereka biasanya dilakukan oleh perusahaan. Adapun bagi pengendara yang tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan, pihaknya menggandeng kepada Satlantas Polrestabes untuk menilangnya.“Hal ini dikarenakan wewenang untuk mengecek dan menilang pengendara yang tidak membawa surat-surat kendaraan dan SIM, berada di tangan mereka,” imbuhnya.

Salah seorang pengemudi bus dalam kota Supardi mengakui ia hanya membawa foto kopi surat KIR. “Iya mas, KIR-nya yang asli sedang diurus. Saya Cuma dibekali foto kopi,” katanya. (zal)