Begal Berpistol Tembak Wisatawan

177
SADIS: Tersangka Chandra Adi Saputra alias Abas yang dibekuk setelah melakukan perampasan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Tersangka Chandra Adi Saputra alias Abas yang dibekuk setelah melakukan perampasan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SADIS: Tersangka Chandra Adi Saputra alias Abas yang dibekuk setelah melakukan perampasan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TANJUNG MAS – Komplotan begal jalanan di Kota Semarang semakin ganas. Mereka tak hanya beraksi menggunakan senjata parang, tapi juga pistol jenis airsoft gun. Ini seperti yang dialami dua wisatawan domestik yang sedang asyik hunting foto di Jalan Taman Garuda, tepatnya di belakang Gereja Blenduk, Kawasan Kota Lama Semarang. Bahkan salah satu korban ditembak menggunakan peluru gotri mengenai bagian dadanya. Begitu korban tak berdaya, dua begal merampas kamera DSLR, iPad, dan dompet berisi sejumlah uang milik korban.

Beruntung, tak lama setelah kejadian, dua tersangka berhasil dibekuk aparat Reserse Kriminal Polsek Semarang Utara setelah sempat terjadi kejar-kejaran. Kedua tersangka adalah Chandra Adi Saputra alias Abas, 30, warga Kampung Gendero RT 2 RW 11, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, dan Sali Wibowo alias Solikin, 31, warga Jalan Madukoro II, RT 3 RW 1, Kelurahan Krobokan, Semarang Barat. Polisi terpaksa melepaskan tembakan hingga mengenai kaki kedua tersangka.

”Petugas kami terpaksa menembak kedua tersangka mengenai kakinya, karena melakukan perlawanan. Seorang tersangka masih dirawat di rumah sakit,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (2/3).

Informasi yang dihimpun Radar Semarang, kedua tersangka beraksi pada Kamis (26/2) sekitar pukul 14.30 lalu. Saat itu, dua wisatawan, Andreas Setiadi, 19, dan Tito Saputra, 19, sedang asyik hunting foto di Jalan Taman Garuda, Kawasan Kota Lama, Semarang.

Tiba-tiba dua begal datang mengendarai motor berboncengan. Keduanya langsung menghampiri korban. Begitu dekat, seorang tersangka menodongkan pistol airsoft gun ke arah korban. Dia memaksa korban menyerahkan barang berharga yang dibawa. Namun korban berusaha mempertahankan barang berharga miliknya. Saat itulah, tersangka Candra menarik pelatuk pistolnya, hingga peluru gotri melesak mengenai dada korban. Setelah korban tak berdaya, kedua tersangka langsung merampas kamera DSLR, iPad, dan dompet berisi sejumlah uang milik korban. ”Tersangka menembakkan senjata airsoft gun mengenai dada korban. Pelurunya gotri,” jelas Djihartono.

Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Semarang Utara. Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak cepat melakukan pengejaran. Berbekal ciri-ciri tersangka yang disampaikan korban, polisi berhasil membekuk tersangka Sali di rumahnya. Sedangkan tersangka Candra ditangkap di kos pacarnya di daerah Mberok. Keduanya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena mencoba melawan. ”Tersangka Sali saat ini masih dirawat di RS Bhayangkara,” kata Djihartono.

Pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman terkait kepemilikan senjata airsoft gun yang digunakan tersangka. Selain merampas harga dua wisatawan di Kota Lama, tersangka diketahui juga beraksi di sebuah rumah kos wanita di daerah Tawangsari, Semarang Barat. Saat beraksi, keduanya juga menodongkan pistol airsoft gun dan menggertak korban dengan menembakkan pistol ke lantai. ”Kedua tersangka menggasak barang-barang berharga. Di antaranya, perhiasan emas yang dipakai korban,” ujarnya.

Tersangka Candra mengaku, mencari sasaran dengan keliling kota mengendarai motor berboncengan dengan Sali Wibowo. ”Kami mencari sasaran dulu. Waktu itu melihat korban sedang foto-foto, kami langsung menghampirinya, karena kondisinya sepi. Setelah turun, langsung menodongkan airsoft gun,” katanya.

Ia mengaku, pistol airsoft gun tersebut dibeli dari seorang pria bernama Eko Yulianto sekitar seminggu lalu di tanggul Banjir Kanal Barat. ”Saya membeli seharga Rp 1,5 juta. Ini barang bekas,” akunya.

Dia mengatakan, sengaja membeli pistol airsoft gun untuk melakukan aksi kejahatan serupa. Usai mendapatkan barang tersebut, Candra langsung menggunakan untuk beraksi pada 21 Februari lalu.

Hingga kemarin, aparat kepolisian masih mengusut siapa pria bernama Eko Yulianto tersebut. Kedua tersangka bakal dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai kekerasan dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Namun tidak menutup kemungkinan juga dijerat Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tanpa izin. (amu/aro/ce1)