Penjualan Tumbuh 20 Persen

228
BERGAIRAH : Produk furniture yang dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan. Meningkatnya pembelian rumah diikuti dengan melonjaknya penjualan furniture. (Nurchamim/radar semarang)
BERGAIRAH : Produk furniture yang dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan. Meningkatnya pembelian rumah diikuti dengan melonjaknya penjualan furniture. (Nurchamim/radar semarang)
BERGAIRAH : Produk furniture yang dipamerkan di sebuah pusat perbelanjaan. Meningkatnya pembelian rumah diikuti dengan melonjaknya penjualan furniture. (Nurchamim/radar semarang)

SEMARANG– Pertumbuhan hunian baru di Kota Semarang mampu memicu pertumbuhan penjualan furniture. Rata-rata, penjualan furniture naik 20 persen setiap tahunnya.

Owner Toko Furniture Rumah Kita, Jimmy Jati Utomo mengatakan, saat ini pertumbuhan perumahan khususnya kelas menengah ke atas berkembang cukup pesat. Perumahan dan apartemen tumbuh subur di Kota Semarang. “Kalau perumahan tumbuh, jelas akan berpengaruh terhadap penjualan furniture, karena rumah baru pasti membutuhkan furniture baru, baik itu sofa maupun springbed,” katanya, di sela-sela pembukaan Pameran Springbed di Mal Paragon, Semarang, Rabu (25/2).

Terkait tren furniture pada tahun 2015 ini diprediksi tidak akan banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, tipe minimalis dengan aksen yang sederhana. Sebagai contohnya, sofa yang akan laris di pasaran adalah sofa-sofa polos dengan sedikit aksen, demikian juga springbed tidak akan banyak berubah. “Funiture akan menyesuaikan rumah, kalau rumah minimalis tentu furniture nya juga yang minimalis. Saya melihat tren saat ini masih akan tetap sama,” ungkapnya.

Jimmy mengaku, meski di awal tahun ini terjadi kenaikan harga furniture antara 10-15% persen, tidak akan berpengaruh banyak terhadap penjualan, terutama untuk produk-produk kelas menengah ke atas atau premium.

Area Sales Manager Serta Semarang, Tomy menambahkan, produk untuk kelas premium terutama springbed di Kota Semarang tumbuh dengan baik. Serta sendiri merupakan produk springbed kelas premium. “Kami hadir di Semarang sejak 2012 lalu dan penjualan cukup bagus setiap tahunnya,” imbuhnya.

Dia mengaku, selama pameran yang digelar di Mal Paragon mulai 25 Februari hingga 8 Maret mendatang tersebut Serta menargetkan penjualan hingga Rp 500 juta. “Kami ada beberapa produk kelas premium salah satunya produk natural yang memiliki pori-pori oksigen, sehingga saat digunakan tidur bisa mengatur sirkulasi udara,” tandasnya. (aln/jpnn/ric)