Keluhkan Harga Beras Melangit

286
MELANGIT : Harga Beras di Pasar Tradisional di Kendal mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
MELANGIT : Harga Beras di Pasar Tradisional di Kendal mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
MELANGIT : Harga Beras di Pasar Tradisional di Kendal mengalami kenaikan sejak dua pekan terakhir. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Harga beras di sejumlah pasar tradisional di Kendal hampir dua pekan terus merangkak naik. Harga beras eceran Selasa sudah menembus Rp 12 ribu perkilogram. Kenaikan harga ini jelas meresahkan masyarakat karena beras merupakan kebutuhan pokok.

Kenaikan beras diakui pedagang memang tidak bertahap, yakni terjadi sejak dua pekan lalu. Beras seharga jenis C4 yang banyak dikonsumi masyarakat karena harganya murah dari harga semula Rp 220 ribu per 30 kilogram, kini dijual dengan harga Rp 250 ribu.

Kenaikan harga beras ini diduga karena berkurangnya pasokan dari sejumlah distributor beras ke pedagang di pasar Kendal. Pasokan beras hampir disemua komoditas jenis beras mengalami penurunan. “Beras C4 perkilogram bisa dijualRp 9-10 kini dijual dengan harga Rp 12 ribu perkilogram,” keluh warga Langenharjo, Sutrisno Selasa (24/2).

Karena tingginya harga, warga yang biasa membeli beras dalam karungan, kini terpaksa membeli beras eceran meski harganya lebih tinggi. “Karena untuk membeli satu karung khawatir tidak bisa membeli kebutuhan lainnya. Sebab kebutuhan pokok tidak hanya beras, tapi minyak dan gas dan sebagainya,” imbuhnya.

Seorang penjual beras di Pasar Kendal, Zumroh mengatakan, kenaikan harga beras ini terjadi bertahap sejak dua pekan yang lalu. Kenaikan bervariasi antara Rp 2000 hingga Rp 5000 perkilogram setiap harinya. “Hingga kini kenaikan harga beras sudah mencapai Rp 30 ribu per 25 kilogram dan bisa kembali naik. Kenaikan karena pasokan beras menurun, jadi dari distributor sudah menjual beras dengan harga tinggi,” ujar Zumroh.

Berkurangnya pasokan dari distributor mengakibatkan pasokan di pedagang atau pengecer juga mengalami kekurangan. bahkan beras jenis Mentik Wangi dan Raja Lele tidak tersedia sejak sepekan yang lalu. “Karena harganya tinggi itu, jadi tidak ada distributor yang berani memasok. Harga beras Raja Lele dari distributor itu sudah Rp 15 ribu perkiogram,” tandasnya.

Kenaikan harga beras ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang berkurang. Akibatnya pedagang mengeluh permintaan beras berkurang dan keuntungan menurun. “Pedagang belum bisa memastikan harga beras turun kapan. Karena hal seperti ini tidak dapat diprediksi,” tambahnya. (bud/fth)