UMKM Belum Siap Bertarung

235

SEMARANG – Menghadapi pasar bebas Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun mendatang, pemerintah terus menggenjot sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tidak hanya gencar mengadakan pelatihan mengenai pembenahan kualitas, pemasaran, dan packaging-nya di setiap minggu, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang mengaku siap menyuntikan dana akbar sebagai modal pelebaran sayap.

“Kami sudah menggandeng beberapa bank untuk memberikan kemudahan bagi pengusaha yang kesulitan mencari tambahan modal. Pinjaman ini sedikit berbeda dari program-progam permodalan lain, terutama mengenai besar bunganya,” ungkap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati.

Selain itu, lanjutnya, tidak ada batasan jumlah pinjaman. Hanya saja, Lita akan memverifikasi benar soal kemampuan bidang usaha tersebut. “Jika bukan tergolong usaha produktif, kami tidak bisa memberikan pinjaman dalam jumlah yang besar. Bukan diskriminasi, tapi agar pengusaha tersebut tidak kesulitan mengembalikannya. Jangan sampai program bantuan ini justru menjerat leher pengusaha,” imbuhnya.

Dia menjelaskan, saat ini Kota Semarang sedang menggenjot empat produk unggulan unggulan yang sudah disahkan gubernur menjadi barang One Village One Product (OVOP). Yaitu batik Semarangan, bandeng presto, sulam pita, dan olahan singkong produksi Desa Wisata Kandri.

Mengenai persiapan menghadapi MEA, pihaknya mengaku belum 100 persen yakin siap tempur. Masih ada beberapa UMKM yang lemah. Entah dari segi kemasan, ada juga yang hanya di kualitas, dan lain sebagainya. “Harus segera dikebut. Karena itu, setiap minggu, digelar pelatihan untuk 35 UMKM yang dirasa masih butuh pendampingan,” pungkas Lita. (amh/ric)