Jalan TPI Rusak, Protes Tak Direspon

306
JALAN RUSAK : Jalan Yos Sudarso menuju TPI Klidang Batang kerap dikeluhkan, namun tidak pernah direspon. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
JALAN RUSAK : Jalan Yos Sudarso menuju TPI Klidang Batang kerap dikeluhkan, namun tidak pernah direspon. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
JALAN RUSAK : Jalan Yos Sudarso menuju TPI Klidang Batang kerap dikeluhkan, namun tidak pernah direspon. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

PEKALONGAN–Puluhan warga Kelurahan Karangasem, Kecamatan/ Kabupaten Batang merasa kesal dengan kondisi Jalan Yos Sudarso yang menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Klidang Lor Batang. Pasalnya, jalan tersebut sudah setahun terakhir rusak dan tidak pernah diperbaiki Pemkab Batang, meski warga sudah berulang kali protes dengan membuat tanaman pohon di jalan berlubang.

Padahal, Jalan Yos Sudarso tepatnya di Dukuh Seturi, Kelurahan Karangasem Utara tersebut, merupakan akses jalan menuju TPI Klidang Lor yang setiap hari digunakan oleh kendaraan dari berbagai daerah yang akan berbelanja ikan dalam jumlah besar. Kerusakan terparah terdapat pada dua titik, yaitu di depan TPI Klidang dan depan SPBU Nelayan.

Warsito, 34, warga Kelurahan Karangasem Utara, Senin (23/2) siang kemarin, mengungkapkan bahwa rusaknya Jalan Utama Yos Sudarso yang menuju ke TPI, karena hampir setiap hari dilalui truk dengan ukuran besar, terutama dari luar Kota Batang. Menanggapi kondisi tersebut, warga sempat menanam pohon di tempat berlubang, sebagai bentuk protes dan pengingat bagi pengguna jalan.

“Pohon ditanam warga langsung diambil oleh aparat kelurahan. Padahal kami lakukan untuk mengingatkan pengguna jalan. Selain itu, memang kami gunakan sebagai bentuk protes lantaran jalan rusak tak kunjung diperbaiki,” kata Warsito.

Kepala Kelurahan Karangasem Utara, Maslichan, mengatakan bahwa warga hendaknya bersabar atas kerusakan jalan tersebut. Bukan dengan melakukan aksi yang tidak terpuji. Pasalnya, pihak kelurahan telah melakukan sosialisasi tentang adanya perbaikan jalan tersebut. Menurutnya, perbaikan jalan rencananya akan dilakukan pada pertengahan tahun 2015 ini dengan pengecoran.

“Warga tidak sabar menunggu perbaikan, hingga akhirnya melakukan tindakan yang tidak terpuji. Jalan ini akan diperbaiki tahun ini. Namun, aspirasi warga ini tetap akan kami sampaikan ke kecamatan,” kata Maslichan.

Sementara itu, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Batang, Triyanto, menegaskan bahwa Pemkab Batang seharusnya lebih mengedepankan perbaikan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan. Karena jalan menjadi penunjang kehidupan ekonomi warga.
“Kami minta Pemkab bisa mencari solusi dengan mencari anggaran yang tidak membebani APBD. Misalnya perbaikan Pasar Batang yang menyedot anggaran terlalu banyak, sehingga infrastruktur jalan tidak mendapat perhatian,” kata Triyanto. (thd/ida)