Optimis Pendapatan Pajak Capai Rp 1 Triliun

229
APRESIASI: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat memberikan penghargaan kepada wajib pajak terbaik, di antaranya berupa piagam, plakat, dan hadiah pendamping barang-barang elektronik. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
APRESIASI: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat memberikan penghargaan kepada wajib pajak terbaik, di antaranya berupa piagam, plakat, dan hadiah pendamping barang-barang elektronik. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)
APRESIASI: Sekda Kota Semarang Adi Tri Hananto saat memberikan penghargaan kepada wajib pajak terbaik, di antaranya berupa piagam, plakat, dan hadiah pendamping barang-barang elektronik. (RIZAL KURNIAWAN/RADAR SEMARANG)

BALAI KOTA – Pendapatan Kota Semarang dari sektor pajak memang menjadi primadona. Mendominasi hingga 60-70 persen dari seluruh pendapatan asli daerah (PAD). Bahkan tahun 2015 ini Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Kota Semarang optimis mampu mengumpulkan pajak lebih dari Rp 1 triliun.

Menurut Kepala DPKAD Kota Semarang Yudi Mardiana, pendapatan pajak dari tahun ke tahun semakin meningkat. Bahkan di tahun 2014 lalu pendapatannya justru melebihi target yakni memperoleh Rp 788 miliar, dari target hanya Rp 648 miliar. Sehingga di tahun 2015 ini pihaknya optimis akan mampu mengumpulkan pajak daerah hingga Rp 1 triliun. ”Pajak menjadi salah satu penopang utama pembangunan kota. Karena pentingnya peranan pajak ini, kami terus menggenjot perolehan pajak daerah. Selain dari Pajak Bumi dan Bangunan, di antara potensi pajak besar adalah pajak hotel, restoran, dan pajak hiburan,” kata Yudi Mardiana usai memberikan apresiasi para wajib pajak hotel, restoran, hiburan, dan parkir berprestasi di balai kota, kemarin (18/9).

Meski begitu target capaian pajak ini juga masih tergantung pada kebijakan pemerintah pusat. Salah satunya adalah larangan instansi pemerintah melaksanakan rapat di hotel. Jika ini dilanjutkan, dipastikan akan mengurangi pendapatan pajak hotel hingga sekitar 40-50 persen. ”Kami sudah melakukan survei, pendapatan rapat terbesar di hotel itu adalah dari pegawai negeri sipil,” katanya.

Ditambahkan Yudi, berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pajak daerah ini. Selain mengintensifkan sosialisasi, pihaknya juga melakukan penindakan pada penunggak pajak, serta memberikan penghargaan kepada wajib pajak yang taat membayar pajak. ”Langkah ini dimaksudkan untuk merangsang atau memberikan contoh kepada para wajib pajak supaya tepat dalam membayarkan pajaknya,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Semarang Adi Tri Hananto menyampaikan terima kasih pada wajib pajak yang telah memenuhi kewajiban perpajakan.“”Pajak merupakan sumber dana utama pembangunan di Kota Semarang, dengan pajak juga pemkot memberi pelayanan publik yang semakin baik,” ujarnya.

Kemarin, penghargaan diberikan kepada sebanyak 24 wajib pajak berupa piagam, plakat, dan hadiah pendamping barang-barang elektronik, yang terbaik sesuai dengan klasifikasi tertentu. (zal/ce1)