Mabuk, Curi Motor, Dimassa

128
DIMASSA: Seorang pelaku curanmor berhasil dibekuk anggota Polsek Semarang Tengah. (ADITYO DWI/Radar Semarang)
DIMASSA: Seorang pelaku curanmor berhasil dibekuk anggota Polsek Semarang Tengah. (ADITYO DWI/Radar Semarang)
DIMASSA: Seorang pelaku curanmor berhasil dibekuk anggota Polsek Semarang Tengah. (ADITYO DWI/Radar Semarang)

BRUMBUNGAN – Seorang sales makanan ringan, Rusmanto, 39, warga Subang, Jawa Barat, yang tinggal di daerah Suburan, Semarang, babak belur dihakimi massa lantaran mencuri motor.

Dia berdalih tak sadar saat mencuri akibat terpengaruh minuman keras jenis congyang. Dalam kondisi mabuk berat, ia menggasak motor protolan di Kampung Pusporagan, Jagalan, Semarang Tengah. ”Saya khilaf. Saat itu sedang mabuk miras. Benar-benar enggak sadar. Saya sudah kapok, dan tidak akan mengulangi lagi,” kata Rusmanto saat gelar perkara di Polsek Semarang Tengah, Senin (16/2).

Kejadian pencurian itu dilakukan pada Senin (19/1) lalu, sekitar pukul 22.00. Awalnya dia sedang mabuk bersama rekannya. Setelah dalam kondisi mabuk berat dia berjalan kaki bersama temannya. Lalu melihat motor di teras rumah warga. ”Saya langsung ambil motor tersebut. Kebetulan saya bawa obeng. Kunci motornya saya congkel,” katanya.

Dia lantas berusaha menaiki motor tersebut sambil sempoyongan. Celaka, aksinya diketahui warga. Ia dikejar-kejar hingga berhasil ditarik. Tentu saja ia kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terjatuh.

Setelah terjatuh, Rusmanto dipukuli oleh warga hingga babak belur sebelum akhirnya diserahkan di Mapolsek Semarang Tengah. Sedangkan temannya hingga kini masih buron.
”Ini baru pertama kali mencuri,” katanya.

Sales Chiki yang berpenghasilan sehari Rp 50 ribu itu mengaku, meski gaji sedikit, sebenarnya sudah bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. ”Namun karena sedang mabuk itu yang membuat saya khilaf mencuri. Saya sangat menyesal,” ungkapnya.

Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Ifan Hariyat, mengatakan, tersangka mengaku telah menyesali perbuatannya. Namun demikian ia tetap menjalani proses hukum sebagaimana hukum yang berlaku. ”Kami masih memburu seorang lagi yang merupakan teman terangka,” katanya. Tersangka terjerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. (amu/zal/ce1)