Mantan Kades Siap Hadapi Mundjirin

162
DAFTAR BALON BUPATI : Mantan Kades Delik Tuntang, Punadi menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Bupati Semarang di kantor DPC PDI Perjuangan di Bawen. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DAFTAR BALON BUPATI : Mantan Kades Delik Tuntang, Punadi menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Bupati Semarang di kantor DPC PDI Perjuangan di Bawen. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
DAFTAR BALON BUPATI : Mantan Kades Delik Tuntang, Punadi menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan bakal calon Bupati Semarang di kantor DPC PDI Perjuangan di Bawen. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BAWEN-Mantan Kades Delik, Tuntang, Kabupaten Semarang, Punadi, siang kemarin resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon (Balon) Bupati Semarang melalui PDI Perjuangan. Sebagai kader PDI Perjuangan merasa terpanggil mencalonkan diri. Modalnya, selama dua periode pemilihan kepala desa (Pilkades), selalu menang dengan jumlah pemilih tertinggi se-Kabupaten Semarang.

Punadi datang ke kantor DPC PDI Perjuangan di Jalan Soekarno-Hatta bersama puluhan pendukungnya dari sejumlah perwakilan elemen masyarakat. Punadi mengklaim sejumlah elemen masyarakat, termasuk sejumlah mantan kepala desa di Kabupaten Semarang, kelompok sopir, petani, tokoh agama dan masyarakat mendorongnya untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Semarang.

“Kemenangan dalam Pilkades dan dorongan dari sejumlah elemen masyarakat, menjadi modal awal untuk melangkah yang lebih tinggi, yakni maju dalam pemilihan Bupati. Kades itu tahu seluk beluk desa, jadi saya optimistis mampu memimpin Kabupaten Semarang,” kata Punadi, usai menyerahkan formulir pendaftaran kepada Panitia Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Semarang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang.

Bahkan, Punadi mengaku sudah menyiapkan langkah strategis jika nanti mendapatkan amanah dari masyarakat untuk menjadi bupati. Langkah awal adalah pembenahan infrastruktur jalan, pemerataan pembangunan hingga desa, pengawasan aparatur dan peningkatan ekonomi produktif. “Itu langkah strategis jangka pendek yang akan saya lakukan,” imbuhnya.

Apakah siap menghadapi Mundjirin dalam Pilkada? Punadi berupaya agar mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan dulu. Seandainya dapat rekomendasi tentu siap menghadapi siapapun lawannya nanti. “Sekali maju pantang untuk mundur. Seandainya tidak dapat rekomendasi ya tetap legowo untuk mendukung calon yang dapat rekomendasi,” kata Punadi disambut pekik merdeka sejumlah pendukungnya.

Sementara itu Ketua Panitia Pendaftaran Balon Bupati dan Wabup Semarang DPC PDI Perjuangan Kabupaten Semarang, Supriyadi mengatakan bahwa saat ini ada 7 orang yang mengambil formulir pendaftaran bupati dan wakil. Untuk pengambilan formulir bakal calon bupati antara lain Mundjirin, The Hok Hiong, Ngesti Nugroho dan Punadi. Sedangkan yang mengambil formulir sebagai balon wakil bupati adalah Asparianti, Bondan Maruto Hening dan dr Hesta Pinardi.

“Namun yang mengembalikan formulir baru dua orang yakni Pak Mundjirin dan Pak Punadi. Jika sampai batas waktu penutupan 10 Februari 2015 ini belum ada empat bakal calon, maka pendaftaran akan diperpanjang lagi selama satu minggu,” kata Supriyadi. (tyo/ida)