Tim ITB Susun Masterplan Jateng Park

164
Sri Puryono. (DOK)
Sri Puryono. (DOK)
Sri Puryono. (DOK)

SEMARANG – Meski banyak diragukan, proyek pengembangan Wana Wisata Penggaron atau Jateng Park terus berjalan. Setelah dilakukan penandatanganan MoU antara Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Perhutani, Pemprov Jateng serta Pemerintah Kabupaten Semarang di Jakarta, Jumat (30/1) lalu, langkah selanjutnya adalah penyusunan masterplan awal.
”Penyusunan masterplan ini dikerjakan tim dari Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P2PAR) Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diberi waktu dua bulan,” ungkap Sekda Sri Puryono, Minggu (1/2).

Puryono menjelaskan, dalam MoU tersebut akhirnya disepakati bahwa Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup bersedia merevisi Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) Nomor 31 Tahun 2012 yang mengatur kawasan konservasi agar dapat dibangun Jateng Park di dalam areal hutan. ”Revisi tersebut diperkirakan tuntas bulan ini,” imbuhnya.

Bersamaan dengan itu, lanjutnya, tim Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) mulai bekerja. Dengan rentang waktu pekerjaan sekitar tiga sampai empat bulan ke depan, diperkirakan Amdal akan selesai pada pertengahan Juni. ”Setelah desain dan Amdal jadi, empat instansi terkait akan kembali berembuk menentukan skema kerja sama,” terangnya.

Dia menambahkan, saat ini masih ada tiga skema yang ditawarkan. Yaitu tukar-menukar, pinjam pakai, dan kerja sama operasional (KSO). Menurutnya, yang paling memungkinkan adalah gabungan sistem pinjam pakai dan tukar-menukar. Sebab, sistem KSO menjadikan para investor merasa keberatan. ”Sebab nantinya ada bangunan permanen. Idealnya lahan yang digunakan ditukar di lokasi lain,” imbuhnya.

Disinggung adanya investor yang berminat, Puryono tidak menampiknya. Menurutnya, telah ada beberapa investor dari luar dan dalam negeri yang menyatakan tertarik untuk mengembangkan wahana wisata itu. ”Ada dari Tiongkok, Korea, dan juga Indonesia sendiri yaitu dari Grup Panin Bank,” tandasnya.

Seperti diketahui, pembangunan Jateng Park yang awalnya akan dimulai pada pertengahan 2015 itu dipastikan bakal molor dari waktu yang direncanakan. Hal ini disebabkan status kawasan yang masih belum jelas lantaran pihak Perhutani tidak mengizinkan untuk alih fungsi. ”Berdasarkan perhitungan kami, awal 2016 nanti pembangunan fisik baru bisa dimulai. Untuk anggaran pihak Perhutani yang lebih tahu. Kita coba dulu, pasti bisa,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Jateng, Prasetyo Aribowo optimistis. (fai/ric/ce1)