Tower Ilegal Dibongkar

215
DIBONGKAR PAKSA: Kotak panel bangunan tower di Jalan Karanganyar Nomor 63 Semarang Tengah tak berizin dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, Kamis, (29/1) kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR PAKSA: Kotak panel bangunan tower di Jalan Karanganyar Nomor 63 Semarang Tengah tak berizin dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, Kamis, (29/1) kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
DIBONGKAR PAKSA: Kotak panel bangunan tower di Jalan Karanganyar Nomor 63 Semarang Tengah tak berizin dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, Kamis, (29/1) kemarin. (FOTO : M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebuah bangunan tower seluler yang berada di Jalan Karanganyar Nomor 63 Semarang Tengah dibongkar paksa oleh petugas Satpol PP Kota Semarang, Kamis, (29/1) kemarin. Pasalnya bangunan tidak mengantongi izin. Selain itu, bangunan tower juga ditolak oleh warga sekitar.

Dari pantauan Radar Semarang, pembongkaran dilakukan oleh puluhan petugas satpol PP. Pembongkaran diawali dengan mencongkel paksa pada bagian kotak panel yang dengan sengaja digembok oleh pemiliknya. Setelah kotak tersebut berhasil dibuka, petugas lengsung melakukan pemutusan kabel aliran listrik serta mengambil panel supaya tower tidak berfungsi.

Kabid Trantibunmas Satpol PP Kota Semarang, Kusnandir mengatakan pembongkaran tower dilakukan dengan alasan bangunan tersebut belum mengantongi izin dari Dinas Tata Kota Permukiman (DTKP) dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Semarang.

”Izin itu belum keluar. Sebab, warga dan para tetangga menolak bangunan tower itu. Sesuai aturan agar mendapatkan izin IMB, HO harus mendapat persetujuan dari warga,” ungkapnya.

Sebelumnya petugas telah melayangkan surat peringatan kepada pemilik bangunan tower pada awal Desember 2014 lalu. Hanya saja, surat peringatan tidak direspons oleh pemilik bangunan. Bahkan petugas juga memberi tenggang waktu 7 kali 24 jam dengan harapan pemilik melakukan pembongkaran sendiri.

”Dengan terpaksa kami harus melakukan pembongkaran. Sementara ini, petugas masih membongkar panel tower yang ada dalam kotak. Panel itu kita cabut dan sita, supaya tower tidak berfungsi. Sebab, meningat kondisi cuaca yang mendung ini, petugas khawatir jika kerangka dibongkar akan turun hujan,” terangnya.

Warga, Agus Prasetyo mengakui bangunan tower tersebut berdiri sejak tahun 2012 lalu. Namun, bangunan tersebut ditolak para lingkungan warga sekitar. Menurutnya, keberadaan tower yang berdiri di atas bangunan sangat membahayakan bagi lingkungan sekitar. Selain itu, pemilik bangunan juga kurang melakukan sosialisasi kepada warga. (mha/zal/ce1)