Targetkan 90 Persen Nomor Lolos PON

280
MELENGGANG: Dua pemain calon skuad basket putri Jateng saat menjalani seleksi tim PON Jateng beberapa waktu lalu. Basket putri sudah jelas bertanding di PON 2016 karena Jateng meraih emas di PON 2012. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MELENGGANG: Dua pemain calon skuad basket putri Jateng saat menjalani seleksi tim PON Jateng beberapa waktu lalu. Basket putri sudah jelas bertanding di PON 2016 karena Jateng meraih emas di PON 2012. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
MELENGGANG: Dua pemain calon skuad basket putri Jateng saat menjalani seleksi tim PON Jateng beberapa waktu lalu. Basket putri sudah jelas bertanding di PON 2016 karena Jateng meraih emas di PON 2012. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Ketua Umum KONI Jateng Hartono mendorong agar cabang-cabang bisa menyiapkan atlet sebaik mungkin menghadapi babak kualifikasi PON. Bahkan, jika memungkinkan pengprov didorong untuk menjadi tuan rumah babak Pra-PON.

”Bagi cabang yang PB-nya belum menentukan babak kualifikasi PON, kami mendorong pengprov untuk menjadi penyelenggara Pra-PON. Sampai saat ini, baru PDBI (drumb band) yang berkonsultasi ke KONI ketika mengajukan tuan rumah Pra-PON,” kata Hartono di kantor KONI, kemarin.

Menurut, ada beberapa manfaat yang bisa diambil ketika menjadi tuan rumah Pra-PON. Minimal dari sisi psikologis akan mengangkat mental bertanding bagi atlet-atlet Jateng karena lebih menguasai medan. Pada penyelenggaraan babak Pra-PON tahun 2011 silam, sejumlah cabang memang menjadi tuan rumah seperti bola basket, sepak takraw, gulat, futsal dan panjat tebing.

Diakui dia, Pra-PON sangat berarti karena momentum ini menentukan sejumlah atlet yang lolos, sekaligus memberikan gambaran kekuatan Jateng untuk persaingan di PON kelak di Jabar. Karenanya, dia berharap masing-masing cabang fokus untuk menyiapkan atlet-atlet terbaiknya. KONI sendiri memberikan kesempatan kepada pengprov untuk menyusun program peningkatan kualitas atlet, seperti mengadakan try out dan mendangkan pelatih asing.

Disebutkan Hartono, bahwa nomor yang dipertandingkan di PON Jabar ada 755 nomor dari 44 cabang olahraga. Dia menargetkan, Jateng bisa meloloskan 80-90 persen dari jumlah nomor yang dipertangkan tersebut. ”Kami ingin kita bisa meloloskan 80-90 persen nomor PON, sehingga kans medali akan lebih banyak di PON 2016 mendatang,” katanya.

Hartono juga mengingatkan butuh kerja keras untuk bersaing di PON kelak. Tidak hanya tiga provinsi kuat seperti DKI Jakarta, Jabar dan Jatim, kekuatan Kaltim dan Riau juga perlu diwaspadai. (bas/smu)