Pelaku Pemerkosaan Nikahi Korbannya

455
HARU DAN BAHAGIA: Pelaku pemerkosaan di mes atlet Unnes, Supriyanto akhirnya menikahi korbannya, NIK di Masjid Al Hidayah yang terletak di lingkungan Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1) siang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
HARU DAN BAHAGIA: Pelaku pemerkosaan di mes atlet Unnes, Supriyanto akhirnya menikahi korbannya, NIK di Masjid Al Hidayah yang terletak di lingkungan Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1) siang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
HARU DAN BAHAGIA: Pelaku pemerkosaan di mes atlet Unnes, Supriyanto akhirnya menikahi korbannya, NIK di Masjid Al Hidayah yang terletak di lingkungan Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1) siang kemarin. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Tangis haru dan bahagia pecah di dalam Masjid Al Hidayah yang terletak di lingkungan Mapolrestabes Semarang, Rabu (28/1) siang kemarin. Tangisan itu berasal dari dua sejoli yang terlibat dalam kasus pemerkosaan di mes atlet Universitas Negeri Semarang (Unnes) beberapa waktu lalu, namun mengakhirinya dengan mengikat janji sehidup semati dalam ikatan pernikahan.

Sang mempelai pria adalah Supriyanto alias Niko, 21, warga Jepara yang tak lain adalah pelaku pemerkosaan terhadap mempelai wanita berinisail NIK, 16 warga Kendal. Keduanya kini telah resmi menjadi suami istri.

Ijab kabul yang dilakukan secara sederhana itu, hanya dihadiri oleh beberapa keluarga korban dan keluarga pelaku. Sedangkan petugas kepolisian tetap berjaga dan mengawal proses akad nikah.

Tampak, pihak mempelai perempuan dan keluarganya tak kuat menahan haru, setelah menjalani proses pernikahan. Meski begitu, menolak memberikan keterangan. ”Tidak mau komentar,” ujar salah satu anggota keluarga mempelai perempuan.
Kendati begitu, setelah akad nikah sang mempelai pria harus kembali meringkuk di sel tahanan. Dan tidak ada malam pertama bagi kedua pasangan ini, layaknya pasangan suami istri yang baru menikah.

Hariyanto, kakak pelaku pemerkosaan mengungkapkan bahwa keputusan menjalani pernikahan tersebut sengaja diambil oleh kedua belah pihak keluarga, yang sama-sama menginginkan penyelesaian masalah secara kekeluargaan. ”Keluarga kami telah bertemu pihak keluarga perempuan. Kami sudah merembuknya dan sepakat diselesaikan secara baik-baik,” kata Hariyanto.
Sementara itu, Kapolrestabes Kota Semarang, Kombes Pol Djihartono mengatakan bahwa walaupun keduanya telah menikah, namun proses hukum tetap berjalan.

”Kesempatan pernikahan memang kami berikan, lantaran keduanya memang mau menikah. Tapi proses hukum tetap berlanjut, setelah menikah sang pria harus balik ke sel, jadi tidak ada malam pertama,” tuturnya.

Seperti yang telah diberitakan Radar Semarang beberapa waktu lalu, Supriyanto terjerat dalam pelaku pemerkosaan terhadap mempelai wanita di bawah umur di mes atlet Unnes, beberapa waktu lalu. Awal mulanya, keduanya berkenalan lewat BlackBerry Messenger (BBM). Lantas melakukan pertemuan dan sengaja membuat korban mabuk. Setelah sadar, korban menangis dan pelaku meninggalkan korban di daerah Sampangan. Karena tidak terima, akhirnya korban menelepon kakaknya yang kemudian melaporkan perbuatan pelaku ke Mapolrestabes Semarang. Pelaku yang merupakan atlet Unnes ditangkap dan dijerat Pasal 81 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman 15 tahun penjara. (den/ida/ce1)