Belum Dapat Asuransi, Rogoh Kocek Sendiri

305
Rukma Setyabudi. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Rukma Setyabudi. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

GEDUNG BERLIAN – Sebanyak 100 anggota DPRD Jawa Tengah sampai saat ini belum mendapatkan jaminan asuransi kesehatan. Padahal, anggaran untuk asuransi sudah dipotongkan dari gaji bulanan. Kondisi seperti ini dianggap merepotkan para legislator dan keluarganya ketika ada anggota keluarga yang sakit dan harus masuk rumah sakit.

 Wahyudin Noor Aly. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

Wahyudin Noor Aly. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi tidak menampik masih belum adanya asuransi kesehatan bagi 100 anggota dewan Jateng. Ia mengaku tidak mengetahui bagaimana anggota dewan belum mendapatkan asuransi kesehatan. ”Kami sudah rapat membahas masalah itu, mestinya memang anggota dewan sudah ter-cover asuransi,” katanya.

Ahmad Ridwan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
Ahmad Ridwan. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

Rukma menegaskan, mestinya kondisi seperti itu tidak boleh terjadi. Apalagi dewan sudah resmi bekerja untuk rakyat Jateng. Setwan tentu sudah memperhitungkan jadwal, kapan pendaftaran asuransi yang baru. ”Mestinya Januari ini, semua anggota dewan sudah ter-cover asuransi,” tambahnya

Hal senada diakui anggota Komidi C DPRD Jateng, Wahyudin Noor Aly. Ia mengaku anggota DPRD Jateng dan keluarganya belum mendapat jaminan asuransi untuk tahun 2015. Ia juga mengaku heran, bagaimana asuransi belum ter-cover padahal anggota dewan sudah bekerja sejak akhir 2014. ”Saya baru disuruh mengisi formulir. Jadi selama Januari anggota dewan memang tidak boleh sakit dulu,” ujarnya berkelakar.

Anggota Komisi C DPRD Jateng, Ahmad Ridwan mengaku harus mengeluarkan biaya pribadi ketika anggota keluarganya sakit. Ia mengeluarkan uang untuk merawat anaknya yang masuk ICU RS Telogorejo, awal bulan lalu. Sebab, anaknya masih belum ter-cover asuransi kesehatan. ”Saya juga tidak paham, bagaimana asuransi kesehatan dewan dan keluarga belum diasuransikan,” ungkapnya.

Politisi PIDP ini berharap agar asuransi kesehatan bagi anggota dewan bisa segera digunakan. Ia menegaskan, tidak ada yang menginginkan sakit. Tapi paling tidak harus ada jaminan kesehatan, apalagi dewan sudah bekerja untuk kepentingan rakyat Jateng. ”Untuk biaya perawatan anak saya saja sudah habis Rp 30 juta,” imbuhnya. (fth/ric/ce1)