Permintaan Ekspor Produk Olahan Kayu Menurun

326
LESU: Aktivitas pada sebuah perusahaan pengolahan kayu di Temanggung. Akhir-akhir ini permintaan ekspor ke sejumlah negara Asia menurun. (DOK RADAR KEDU)
LESU: Aktivitas pada sebuah perusahaan pengolahan kayu di Temanggung. Akhir-akhir ini permintaan ekspor ke sejumlah negara Asia menurun. (DOK RADAR KEDU)
LESU: Aktivitas pada sebuah perusahaan pengolahan kayu di Temanggung. Akhir-akhir ini permintaan ekspor ke sejumlah negara Asia menurun. (DOK RADAR KEDU)

TEMANGGUNG—Sekitar 4 bulan terakhir ini, permintaan produk kayu olahan asal Temanggung dari luar negeri menurun. Akibatnya sejumlah perusahaan pengolah kayu mengurangi jam lembur karyawannya. Kondisi ini merupakan dampak dari melemahnya perekonomian di kawasan Asia.

Menurut Kepala Bidang Bimbingan dan Pengawasan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Temanggung, Sutar Widigdo, negara yang mengurangi permintaan kayu olahan sebagian besar memang berasal dari Asia. Contohnya Korea Selatan dan Tiongkok. “Sekitar 30 perusahaan telah memangkas jam lembur dalam empat bulan terakhir. Kondisi perekonomian Asia sedang melemah dan permintaan dari pembeli juga rendah,” katanya.

Sementara untuk pabrik pengolah kayu yang mengekspor ke Jepang, Eropa dan Amerika Serikat, permintaan masih stabil. Hanya saja, jumlah perusahaan pengekspor ke negara-negara tersebut sangat sedikit. “Karena standar yang ditetapkan sangat tinggi dan berat,” katanya.

Meski ada mengurangan jam lembur, lanjut Sutar, hingga saat ini tak ada perusahaan yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). PHK hanya menjadi upaya terakhir seandainya pengurangan jam kerja atau tindakan lain tak mampu menyelamatkan perusahaan.

Ia mengatakan lesunya permintaan berdampak pula pada pemasok kayu. Begitu juga dengan mereka yang menggantungkan hidup untuk memasok bahan baku seperti penebang, pengangkut, dan penggergaji kayu yang pendapatan mereka berkurang.

“Perusahaan sedang menunggu perkembangan perekonomian hingga awal tahun, sambil mempersiapkan langkah-langkah terbaik untuk menyelamatkan perusahaan dan pekerja, semoga perekonomian segera membaik,” katanya. (jpnn/ton)