Warga Bandarharjo Minta Tower BTS Dibongkar

178

”Pasti belum ada izinnya, warga sampai sekarang belum pernah diajak bicara oleh pemilik proyek, mengajukan izin gangguan kan harus sepengetahuan warga,” Joko Santoso, Ketua LPMK Bandarharjo.

BANDARHARJO – Rencana PT Iforte Solusi Infotek Jalan MT Haryono 16 Jakarta membangun menara BTS (Base Transceiver Station) dengan menyaru lampu penerangan dikeluhkan warga Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Warga meminta agar menara BTS setinggi 32 meter yang dibangun di dekat rumah susun Bandarharjo ini, dibongkar.

Selain kondisi bangunan yang sudah miring, diduga kuat pembangunan menara BTS itu tidak memiliki izin dari instansi terkait. Menurut warga setempat Joko Santoso, semula warga percaya kalau di kampung tersebut akan dibangun lampu penerangan. ”Fondasinya tidak dalam hanya satu meteran jadi warga percaya kalau mau dibuat lampu penerangan,” katanya.

Joko Santoso yang juga ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bandarharjo Semarang Utara itu menjelaskan, kecurigaan warga kalau itu hanya tipu-tipu mulai terungkap ketika tiang lampu yang dibangun mencapai 32 meter. Kecurigaan warga ini kemudian ditanyakan ke pimpro (pimpinan proyek) di lokasi. ”Pimpronya menunjukkan surat izin pembangunan menara kamuflase yang dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota dan Pemukiman (DTKP) Kota Semarang, serta surat pemasangan lampu jalan dari Dinas PJPR,” tandas Joko.

Tidak hanya di Bandarharjo, perusahaan itu juga diizinkan membangun menara sejenis di rusun Pekunden Semarang Tengah, Rusunawa Kudu, Rusunawa Kaligawe, Rusunawa Plamongansari, Rusunawa Karangroto dan Rusunawa Pondok Boro. Joko yakin pembangunan menara BTS itu belum mengantongi izin. ”Pasti belum ada izinnya, warga sampai sekarang belum pernah diajak bicara oleh pemilik proyek, mengajukan izin gangguan kan harus sepengetahuan warga,” katanya.

Dia menambahkan, menara itu akan berdampak pada wilayah tiga RW yakni RW 02, 03 dan 04 Kelurahan Bandarharjo. Warga berharap agar bangunan menara kamuflase itu dibongkar karena membahayakan warga. ”Tuntutan warga cuma satu, menara itu dibongkar, kalau memang mau membangun lampu penerangan, cukup 6 meter saja,” tegasnya.

Sementara itu Staf Dinas PJPR Kota Semarang Andreas, yang kemarin hadir pada acara sosialisasi dengan warga Bandarharjo mengatakan pembangunan lampu itu merupakan program Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi agar kawasan rumah susun Bandarharjo lebih terang dan bagus. ”Ini merupakan bantuan wali kota berupa lampu penerangan jalan,” katanya.
Dia menambahkan semua rumah susun di Kota Semarang membutuhkan lampu penerangan sehingga pemkot berinisiatif menggandeng pihak lain untuk membangun lampu penerangan. Kalau soal menara BTS dan lain menurut Andreas itu urusan Bagian Kerjasama Setda Kota Semarang. ”Silakan tanya saja ke Bagian Kerjasama,” katanya. (zal/ce1)