Daya Tampung RSUD Minim

261
 RAMAI : Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang memiliki daya tampung lebih sedikit daripada jumlah pasien yang datang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

RAMAI : Rumah Sakit Umum Daerah Tidar Kota Magelang memiliki daya tampung lebih sedikit daripada jumlah pasien yang datang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – RSUD Tidar Kota Magelang setip hari kedatangan 30-40 pasien yang merupakan peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial dan Kesehatan (BPJS Kesehatan). Mulai Januari sampai November, sudah tercatat 7.581 pasien non-PBI (penerima bantuan iuran) dan 4.823 pasien PBI. Artinya, sekitar 80 persen pasien didominasi oleh peserta BPJS.
Kasubbag Hukum dan Humas RSUD Kota Magelang, Wahyu Irawan, mengatakan, sejauh ini penanganan pasien peserta BPJS terlayani dengan baik. Hanya saja, pihaknya terkendala terhadap daya tampung rumah sakit. Kelas III, hanya tersedia 110 tempat tidur (TT).

“Semua pasien yang datang ke sini kami terima dan kami layani. Namun kadang terkendala dengan TT yang tersedia, sehingga jika sudah penuh kadang kami titipkan ke kelas 1 atau 2, dengan batasan 2 hari. Namun jika masih tidak tertampung, kami akan membuatkan rujukan ke rumah sakit yang lain,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, (22/12) siang.

Wahyu juga mengeluhkan, kesulitan dalam dalam menyiapkan administrasi pasien dengan jumlah yang sangat banyak. “Terkadang ada berkas yang kurang dan dikembalikan lagi, kemudian kami lengkapi. Sulitnya hanya di pelengkapan administrasi saja, kalau klaimnya mudah,” jelasnya.

Hingga November, grafik pembayaran klaim BPJS terus meningkat. Pembayaran klaimnya mudah dan lancar. “Tiap bulan, pembayaran klaim terus meningkat dari Rp 2 miliar, Rp 3 miliar dan Rp 4 miliar. Lalu bulan November ini meningkat lagi dan sudah terbayar Rp 7 miliar,” ungkapnya.

Pihaknya sangat berharap, adanya penambahan tenaga kesehatan dan penambahan tempat tidur. Hal itu untuk meningkatkan pelayanan rumah sakit yang ditargetkan menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 85 miliar di tahun 2014 ini. (put/lis)