Perencanaan Bappeda Dinilai Lemah

244
DIBENAHI: Para pekerja PT Bumi Makmur Perkasa sudah mulai membangun talud jembatan yang ambrol. Sekitar 6 pekerja dikerahkan dalam perbaikan talud. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
DIBENAHI: Para pekerja PT Bumi Makmur Perkasa sudah mulai membangun talud jembatan yang ambrol. Sekitar 6 pekerja dikerahkan dalam perbaikan talud. (Munir Abdillah/Radar Semarang)
DIBENAHI: Para pekerja PT Bumi Makmur Perkasa sudah mulai membangun talud jembatan yang ambrol. Sekitar 6 pekerja dikerahkan dalam perbaikan talud. (Munir Abdillah/Radar Semarang)

SALATIGA— Ambrolnya talud Jembatan Gamol terus mendapat sorotan dari sejumlah kalangan, selain dewan dan warga setempat, juga datang dari pakar konstruksi bangunan. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa perencanaan pembangunan pemkot masih lemah.

“Pembangunan proyek di Salatiga sekarang banyak yang tidak becus. Entah apa yang menjadi tolak-ukur Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) sehingga terlalu memikir aspek ekonomis, akibatnya karena anggaran proyek bangunan terlalu irit, jadi cepat rusak,” sentil Parito, pakar konstruksi bangunan kepada Radar Semarang, Jumat (19/12).

Parito mengatakan, jika akhir-akhir ini banyak kontruksi yang melihat aspek ekonomis. Tidak seperti zaman Belanda dulu, jika membangun proyek selalu melihat jangka panjang. Terbukti hingga kini bangunan-bangunan yang dibangn pada masa kolonial Belanda sejak ratusan tahun lalu masih berdiri kokoh.”Sebenarnya ekonomis atau tidak itu sama saja. Karena jika dibangun dengan melihat aspek ekonomis tapi cepat rusak kan sama saja kerja dua kali. Mungkin ini karena Bappeda salah tempatkan orang yang bukan bidangnya, jadi pembangunan semrawut,” kata Parito.

Dia meambahkan, dinas terkait harus mengontrol kerja kontraktor, sehingga bisa tahu kekurangan pembangunan. Dia menilai kinerja Bappeda sekarang ini masih kurang baik. Wajar jika ada anggapan miring masyarakat terkait ambrolnya proyek di jembatan Gamol tersebut. “Penyedia tidak perlu menyalahkan sana-sini. Kita anggap ini bencana alam. Saya juga tahu, jika bangunan belum cukup kering, sudah terkena air pasti juga ambrol. Tapi jika penyedia jasa segera memperbaiki itu berarti dia punya itikat baik,” katanya.

Menanggapi ambrolnya jembatan Gamol, Heri, 53, Staff PT Bumi Makmur Perkasa Boyolali selaku pelaksana proyek, mengatakan jika pihaknya akan melakukan perbaikan Jembatan Gamol. Saat ini pihaknya sudah mulai mengerjakan kerusakan talud. “Kami tetap bertanggung jawab karena batas penyelesaian baru tanggal 20 Desember (hari ini). Tapi mungkin akan mundur kira-kira seminggu ke depan. PT kami juga akan memberikan garansi kerusakan sampai enam bulan ke depan,” tutur Heri.

Heri menambahkan untuk mengatasi kerusakan lebih lanjut, pihak PT Bumi Makmur Perkasa akan memberi cakar ayam di talud yang rusak agar lebih kokoh. Saat ini kami menduga kerusakan akibat gerusan dari pipa PDAM dan Pondasi lama yang sudah mulai keropos.”Bangunan baru berada di pondasi lama. Kami diberi perintah untuk menaikkan pondasi setinggi 2,5 meter dari pondasi lama. Sehingga tinggi jembatan dari bawah setinggi empat meter,” imbuhnya. (mg14/zal)