Pemkot Usut Jaringan Calo CPNS

254

“Laporannya, ada sejumlah peserta tes yang dipanggil dan dikumpulkan di sebuah tempat. Mereka dijanjikan bisa diterima asal bisa menjawab pertanyaan 10 x 10 (membayar uang Rp 100 juta, red),” terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

SALATIGA – Hari ini, sedianya peserta tes CPNS Kota Salatiga yang melalui metode Computer Assigned Test (CAT) akan diumumkan. Namun dibalik pengumuman tersebut, tim internal pemkot disebutkan tengah mengusut adanya kabar mengenai jaringan calo. Salah satu hal yang ditemukan adalah adanya laporan tentang pengumpulan para peserta CPNS di salah satu tempat.

Pengumpulan itu dilakukan oleh oknum calo dengan mengundang para peserta yang memiliki rangking atas dari hasil tes CAT. “Laporannya, ada sejumlah peserta tes yang dipanggil dan dikumpulkan di sebuah tempat. Mereka dijanjikan bisa diterima asal bisa menjawab pertanyaan 10 x 10 (membayar uang Rp 100 juta, red),” terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Kendati demikian, lanjut dia, para peserta CPNS yang peringkat atas sebenarnya telah otomatis diterima. Sementara yang peringkatnya ada di bawahnya kemungkinan tidak diterima. “Maka dari itu, kita besuk akan melihat kesesuaian antara daftar peringkat atas dengan peserta yang diumumkan. Untuk memastikan tidak ada permainan dalam penerimaan ini,” jelas sumber tadi sambil mewanti wanti tidak disebutkan namanya.

Sementara itu, kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Adhi Isnanto saat dikonfirmasi sangat mendukung langkah pengungkapan kasus tersebut. “Kami sudah berusaha untuk transparan dan jika ada hal – hal seperti itu, tentunya jika ada yang mengatas namakan kami, tentu itu hanya tipu – tipu,” tandas Adhi yang dikenal lugas saat dihubungi melalui telepon pribadinya.

Lebih jauh Adhi meminta masyarakat untuk tidak percaya mengenai pihak – pihak yang mengaku bisa meluluskan peserta tes. Karena dengan metode CAT, hasil tes peserta bisa diketahui beberapa menit setelah pelaksanaan ujian. “Semua bergantung kepada peserta tes sendiri. Jika hasilnya bagus ya diterima tanpa bayar apapun,” jelas Adhi.(sas/zal)