Kirim Relawan dan Dana ke Banjarnegara

220

BALAI KOTA – Hari ini Pemkot Semarang memberangkatkan 30 relawan ke lokasi bencana tanah longsor di Karangkobar, Kabupaten Banjarnegara. Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berharap relawan tersebut dapat membantu meringankan proses evakuasi yang saat ini masih berlangsung. Bahkan orang nomor satu di Kota Semarang itu siap mengirim relawan tambahan jika memang dibutuhkan.

Tim relawan ini terdiri atas petugas satpol, tim medis dari Dinas Kesehatan serta tim rescue dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah). Selain mengirimkan relawan, Hendi, sapaan akrab wali kota, telah memerintahkan Badan Kepegawaian Daerah untuk mengumpulkan sumbangan berupa uang dari pegawai negeri sipil di lingkungan balai kota, untuk disalurkan kepada korban longsor di Banjarnegara. ”Berapa pun hasilnya besok pagi (hari ini) akan dibawa sebagai bentuk empati terhadap para korban bencana,” ujarnya kemarin.

Tim yang diberangkatkan akan membantu korban longsor sampai dengan proses evakuasi atau pencarian korban selesai. Kalau masih dibutuhkan, siap akan mengirimkan kembali tim gelombang kedua untuk membantu korban longsor. ”Jadi tim kecil ini akan berangkat kemudian melihat situasi di sana, kalau memang cukup, tim kecil ini akan di sana sampai selesai, tapi kalau perlu tambah bantuan ya akan dikirim lagi. Dari BPBD juga ada bantuan-bantuan sembako,” katanya.

Untuk antisipasi bencana termasuk longsor di Kota Semarang sendiri, wali kota menyatakan sudah membentuk tim siaga bencana di tiap-tiap kelurahan, sudah ada 32 kelurahan yang memiliki tim siaga becana. ”Dan Pak Iwan (Iwan Budi Setiawan) selaku Kepala BPBD sudah saya minta untuk mengaktifkan mereka dan menyatakan Semarang sebagai siaga bencana. Jadi semua tim rescue dan lainnya posisinya sekarang siaga bencana,” tegasnya.

Tim siaga bencana ini harus memberikan pemahaman sosialisasi kepada masyarakat yang tinggal di tempat-tempat potensi bencana seperti di wilayah banjir maupun wilayah longsor. ”Mudah-mudahan upaya preventif ini bisa mendapatkan hasil yang lebih baik buat pencegahan bencana. Karena dari Badan Mitigasi Bencana, Kota Semarang termasuk daerah rawan bencana. Makanya saya berharap semua unsur masyarakat di Semarang bisa saling mengingatkan dan bisa waspada,” tandasnya.

Kepala BPBD Kota Semarang Iwan Budi Setiawan mengatakan, Kota Semarang daerah rawan longsor terdapat di beberapa kecamatan, tetapi tidak di semua kelurahannya. Selain di Kecamatan Semarang Barat, juga Semarang Selatan, Gajahmungkur, Gunungpati dan Ngaliyan. (zal/ce1)