Parkir Liar Dikeluhkan Pengguna Jalan

173

SALATIGA-Merebaknya parkir liar di sejumlah ruas jalan protokol di Salatiga dikeluhkan para pengguna jalan. Di Jalan Patimura terdapat dua petugas parkir liar tidak memakai seragam. Tepatnya di samping toko serba ada Zam-Zam dan pertigaan Jalan Patimura. Adapun yang merangkap tukang parkir plus pengamen, banyak dijumpai di parkir PKL Lapangan Pancasila.

Menurut Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kota Salatiga, Dewi Indah mengungkapkan bahwa beberapa hari ini banyak parkir liar di beberapa tempat. Umumnya, petugas parkirnya tidak memakai seragam yang telah ditentukan oleh pemerintah. Bukan hanya itu, banyak juga juru parkir yang merangkap menjadi pengamen.

“Saya mendapat laporan dari beberapa warga, tentang banyaknya tukang parkir dadakan, sehingga menyebabkan pengendara jengkel. Seperti di Jalan Patimura dan lainnya. Kami minta lembaga dinas terkait agar menindak tegas oknum yang meresahkan pengguna jalan tersebut,” tuturnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua LSM Pemuda Salatiga, Rifki tentang banyaknya tempat yang seharusnya tidak ada juru parkirnya, tiba-tiba ada. Malah seenaknya minta biaya parkir tanpa memberikan servis yang baik.

“Saya paling jengkel kalau ada tukang parkir seenaknya. Yang penting terima uang. Harusnya tukang parkir mengeluarkan motor dari tempat parkir atau paling tidak ikut menarik motor agar pengemudi yang memarkir tidak terlalu berat. Kan kasihan kalau wanita. Kalau panas atau hujan, joknya juga diberi penutup agar tidak panas atau kalau hujan tidak basah. Ini harusnya standarisasi parkir kembali berlakukan agar tidak hanya terima uang saja,” pinta Rifki.

Menanggapi hal tersebut Kepala Dishubkombudpar Salatiga, Ady Suprapto berjanji akan segera melakukan pengkajian. Selama ini, pihaknya sudah berusaha menertibkan parkir liar. “Kalau mereka menarik parkir di halaman mal atau supermarket tertentu, tidak masalah. Kami hanya menangani parkir yang muncul di pinggir jalan yang menjadi wewenang pemerintah daerah untuk menertibkan dan mengatur retribusinya,” tandas Ady.

Sementara itu, mengenai tukang parkir yang seenaknya menjalankan servis parkir kepada pengguna kendaraan, dalam waktu dekat dinas akan melakukan pembinaan dan imbauan kepada warga agar mencatat nama juru parkir tersebut. “Kami janji akan membina mereka,” katanya. (mg14/ida)