Gedung SDN Wates 02 Juga Mangkrak

372
MANGKRAK: Pembangunan gedung SDN Wates 02 yang terhenti di tengah jalan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Pembangunan gedung SDN Wates 02 yang terhenti di tengah jalan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)
MANGKRAK: Pembangunan gedung SDN Wates 02 yang terhenti di tengah jalan. (EKO WAHYU BUDIYANTO/RADAR SEMARANG)

NGALIYAN – Tak hanya SDN Trimulyo 2 Genuk, gedung SD yang mangkrak juga terjadi di SD Negeri Wates 02, Kecamatan Ngaliyan. Sudah hampir 2 tahun, pemugaran gedung sekolah tersebut tak kunjung selesai. Saat ini, hanya 3 kelas yang bisa digunakan untuk untuk proses belajar mengajar. Sedangkan tiga kelas lainnya menggunakan kelas darurat di gedung belakang.

”Bangunan yang dipugar itu untuk kelas 1, 2, dan kelas 6. Sedangkan tiga kelas lain di gedung belakang yang terpisah dengan gedung yang dibangun,” kata Kepala SDN Wates 02, Sunardi kepada Radar Semarang, Rabu (3/12).

Sunardi mengaku tidak mengetahui kenapa proyek pemugaran gedung sekolah yang dipimpinnya terhenti. ”Sebelum saya berdinas di SD sini (SD Wates 02, Red) pembangunan SD sudah dimulai,” kilahnya.

Dikatakan, proyek pembangunan gedung sekolahnya berhenti sejak Desember 2013 atau sudah satu tahun. Meski begitu, pihaknya masih bisa memanfaatkan untuk melakukan aktivitas belajar mengajar. Sebab, bangunan sekolah yang dirancang dua lantai itu sudah selesai pengecoran lantai atas.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Ngaliyan, Abdul Jamil mengatakan, pembangunan SDN Wates 02 akan kembali dilanjutkan pada 2015 mendatang.

Dikatakan, proyek pemugaran gedung sekolah tersebut terhenti di tengah jalan lantaran pelaksana proyek diketahui memiliki catatan hitam alias bermasalah.
”Sudah diajukan ke Pemerintah Kota terkait kelanjutan pembangunan SDN Wates 02. Tahun 2015 akan dilakukan lelang ulang. Anggarannya pun sudah disiapkan,” ujar Abdul Jamil.

Diketahui, proses pelelangan pembangunan SD tersebut dilakukan dua kali. Pelelangan pertama dimenangkan oleh CV Sarana Wijaya pada 2013, dan pelelangan kedua dimenangkan oleh CV Perdana Sakti pada 2014. Namun pemenang lelang kedua tidak mengerjakan pembangunan, sehingga harus dilakukan pelelangan ulang pada 2015 mendatang.

CV Perdana Sakti sendiri diketahui merupakan pemenang tender pembangunan SDN Trimulyo 02 yang juga mangkrak. Bahkan yang lebih memprihatinkan, siswa kelas V SD tersebut terpaksa harus belajar di balai kelurahan setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin, mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan lelang ulang pembangunan SDN Wates 02. ”Pemkot sudah menganggarkannya. Selama ini dinas selalu memantau perkembangan pembangunan,” kata Bunyamin.

Terpisah, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra yang sekaligus Ketua Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kota Semarang Ayu Entys mengakui, masih banyaknya proyek pembangunan di Kota Semarang yang hingga kini belum rampung diakibatkan berbagai kendala. Baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan. ”Tapi Pemkot Semarang memastikan akan memperbaiki dan melakukan sinergitas untuk meminimalisasi kejadian serupa pada tahun 2015 mendatang,” ujarnya. (ewb/aro/ce1)