Basket Ambisi Kawinkan Gelar

126
SIAP TEMPUR: Para pemain, pelatih dan manajemen tim PON Remaja Jateng. (IST)
SIAP TEMPUR: Para pemain, pelatih dan manajemen tim PON Remaja Jateng. (IST)
SIAP TEMPUR: Para pemain, pelatih dan manajemen tim PON Remaja Jateng. (IST)

SEMARANG – Tim basket putra dan putri Jateng bertekad untuk bisa menyandingkan medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang akan digelar di Surabaya 9-15 Desember 2014 mendatang.

Jateng sendiri total berkekuatan 12 pemain putra dan 12 pemain putri. Di putra, Jateng akan dibesut oleh coach Yulianto Andi yang akan dibantu oleh Amatus Agung dan Bingan Hedi. Kemudian di putrid, tim Jateng akan dibesut oleh pelatih Jap Ricky Permana dan asisten pelatih Arief Djazuli Rahmat.

Manajer David Song, didampingi asisten manajer tim Jateng, Xaverius Wiwid kemarin mengatakan, secara kekuatan, Jateng juga sedikit melakukan perombakan baik di tim putra maupun tim putrid. Wiwid menyebutkan, perombakan besar terjadi di tim utri dimana tim pelatih merombak sekitar 40 persen skuad yang turun di babak kualifikasi lalu. “Kalau yang di utra perombakannya sekitar 200 persen saja. Ya yang jelas kan kami ingin menurunkan pemain-pemain terbaik yang ada di Jateng makanya kemarin setelah babak kualifikasi kami lakukan evaluasi kekuatan,” ujarnya.

Disinggung mengenai peluang sendiri, mantan pelatih tim putri Jateng di PON Riau 2012 itu mengatakan, di ajang PON Remaja Pertama kali ini persaingan bakal lebih ketat karena secara usia masing-masing daerah akan menurunkanpemain-pemain di usia pembinaan.

Wiwid mencontohkan, di babak kualifikasi kemarin, tim putra Jateng meski telah memastikan diri untuk lolos ke Surabaya, namun anak-anak Jateng sempat kesulitan hingga akhirnya mereka hanya mampu menembus babak delapan besar.

Sementara tim putri Jateng di babak kualifikasi kemarin tampil lebih bagus. Mereka mampu masuk sebagai finalis meski di partai puncak tim putrid Jateng harus menyerah atas tim tuan rumah DKI Jakarta. “Kalau di kelompok pembinaan persaingan lebih merata. Daerah-daerah seperti Jateng, Jabar, DKI Jakarta atau tuan rumah Jatim memiliki kekuatan yang relatif berimbang,” pungkas Wiwid. (bas/smu)

Silakan beri komentar.