Anggap DKI Musuh Paling Berat

313

”Jabar dan Jatim memang masih menjadi kekuatan tenis meja Tanah Air. Praktis, persaingan diprediksikan akan terjadi antara Jateng dan DKI,” Pelatih Jateng Eddy Pramudjie

SEMARANG – Hingga saat ini sudah tercatat 25 pengprov PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) menyertakan pemainnya dalam Kejurnas Tenis Meja di GOR Jatidiri Semarang, yang mulai berlangsung Kamis (27/11) besok hingga Minggu (30/11) mendatang.

Absennya Jabar dan Jatim, membuat persaingan di kejurnas akan memusat antara Jateng dengan DKI Jakarta. Jateng menurunkan pemain andalannya seperti Agus Fredy Pramono, Doni Prasetyo, Jelly da Costa dan Ceria Nilasari di sektor putri. DKI sendiri mengirimkan salah satu andalannya David Jacobs.
”Jabar dan Jatim memang masih menjadi kekuatan tenis meja Tanah Air. Praktis, persaingan diprediksikan akan terjadi antara Jateng dan DKI,” kata Pelatih Jateng Eddy Pramudjie di Semarang, Selasa (25/11).

Menurut Eddy, sebenarnya masih memiliki pemain senior andalan Hadiyudo Prayitno. Namun jelang kejurnas memilih mundur. Di bagian lain, Kabid Binpres PP PTMSI Sugeng Utomo mengapresiasi banyaknya pengprov yang mengikuti kejurnas di Semarang ini. Kondisi tersebut merupakan isyarat
bahwa pembinaan di daerah, termasuk Papua masih ada.”Sejarah di tenis meja justru membuktikan, bahwa pemain besar banyak lahir di daerah. Hadiyudo, Anton Suseno kan produk pembinaan di daerah, bukan di Jakarta,” katanya.

Kejurnas yang dibarengkan dengan Kejurda Piala Gubernur Ke-34 akan dibuka Rabu (25/11) malam di Gedung M Ikhsan, Balai Kota. Dijelaskan Ketua Panitia M Farchan, setelah PON 2012, hingga saat ini belum ada penyelenggaraan kejurnas.

Faktor ini yang menjadi penyebab, banyak provinsi ikut ambil bagian pada even di Semarang. Dikatakan dia, dari 25 provinsi, diantaranya DIY, Bengkulu, Jambi, Babel, Sulut, Bali, Sumsel, Riau, Lampung, Maluku, NTB, Aceh, Papuadan Papua Barat. (bas/zal)