Pencitraan Jelang Kongres PSSI

166
 DIBINASAKAN: Franky Mahendra, salah satu pemain muda andal yang moncer bersama PSIS musim kompetisi 2014, dihukum lima tahun tidak boleh sepak bola an denda Rp 50 juta. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

DIBINASAKAN: Franky Mahendra, salah satu pemain muda andal yang moncer bersama PSIS musim kompetisi 2014, dihukum lima tahun tidak boleh sepak bola an denda Rp 50 juta. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sanksi berat yang harus diterima tim PSIS Semarang membuat kubu tim Mahesa Jenar tak ingin tinggal diam. Setelah menerima salinan sanksi secara resmi mendatang, PSIS berencana akan melakukan banding di Komisi Banding (Komding) PSSI.

“Kalau soal kesalahan kami akui telah melakukan kesalahan. Namun tampaknya PSSI memang menggunakan pasal pembinasaan bukan pasal pembinaan kepada PSIS. Kami menduga ini juga terkait masalah pencitraan jelang kongres PSSI 2015 mendatang,” kata CEO PSIS, Alamsyah Satyanegara Sukawijaya dalam keterangannya kepada wartawan kemarin.

Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi tersebut juga mengatakan, dalam hal hukuman tersebut tim PSIS terkesan mendapatkan hukuman paling berat dibanding seteru mereka PSS Sleman yang menurutnya justru bisa dikatakan sebagai aktor terjadinya sepakbola gajah.

Bahkan dalam putusan Komdis PSSI kemarin, jumlah total denda yang harus dibayarkan PSIS lebih banyak disbanding PSS Sleman. Mahesa Jenar total harus membayar denda Rp 2 miliar. Sedangkan PSS Sleman total didenda Rp 1,9 miliar. “Kalau kesalahan kami gol bunuh diri itu dilakukan karena emosional. Selain itu di pemeriksaan Komdis beberapa waktu lalu kami juga terus berusaha untuk kooperatif. Malah dibilang menutup-nutupi, lha yang ditutupi itu apa?,” bebernya.

Atas dasar beberapa hal itu Yoyok mengatakan, PSIS akan memperjuangkan haknya untuk melakukan banding. Pihaknya juga mengatakan, saat ini tim Mahesa Jenar telah menyiapkan tim untuk melakukan pembelaan. “Nanti setelah kami mendapat salinan surat sanksi, kami akan membentuk tim utnuk melakukan pembelaan sesuai dengan mekanisme PSSI maupun FIFA. Dan tim itu nanti diketuai oleh pak Kairul Anwar (General Manajer PSIS, red) dibantu beberapa pengacara yang memang membidangi masalah sepakbola,” kata Yoyok. (bas/smu)