Polisi Bentuk Tim Reaksi Cepat

123

BARUSARI – Mengantisipasi rentannya bencana di musim penghujan tahun ini, Polrestabes Semarang menyiapkan tim siaga bencana dengan membentuk tim reaksi cepat. Mengingat kondisi geografis Kota Semarang yang terdiri atas perbukitan, ataupun pegunungan, sangat rawan longsor. Begitu pun bencana banjir, nyaris setiap tahun menghantui di sejumlah titik wilayah di Kota Semarang.

”Sudah kami bentuk tim reaksi cepat untuk siaga bencana. Tim khusus ini, kami harapkan bisa tanggap dalam mengantisipasi bencana banjir, tanah longsor dan lainnya,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, di Mapolrestabes Semarang, Senin (17/11).

Pembentukan tim reaksi cepat tersebut merupakan upaya menanggulangi bencana yang sudah menjadi program rutin setiap tahunnya. ”Kami bekerja sama dengan pihak-pihak terkait. Tim kami rata-rata dari anggota Unit Sabhara,” imbuhnya.

Selain menimbulkan kerusakan infrastruktur, bencana banjir, dan tanah longsor rentan merenggut korban jiwa. Tim siaga bencana juga bekerja sama dengan instansi-instansi terkait, seperti TNI, PMI, dan Pramuka. Kemudian berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Sementara itu, Humas Kantor SAR Kota Semarang, Aris Triyono, mengatakan bahwa pihaknya secara khusus tidak ada program siaga antisipasi banjir maupun tanah longsor. ”Secara khusus tidak ada, karena setiap hari kami sudah siaga 24 jam. Peralatan juga selalu siap,” kata Aris.

Terkait intensitas hujan bulan ini yang meningkat, pihaknya meningkatkan koordinasi lebih intensif untuk memonitor frekuensi BPBD Kota Semarang. ”Kalau ada perkembangan informasi yang mengkhawatirkan, kami koordinasi dengan pihak terkait,” katanya.

Lebih lanjut, dikatakan Aris, SAR saat ini memiliki sebanyak 126 personel yang mem-back up Kota Semarang, dan tiga pos, masing-masing; Pos SAR Cilacap, Pos SAR Jepara dan Pos SAR Surakarta.

Selain siaga di kantor pusat, masih kata Aris, petugas SAR juga disiagakan di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, yakni standby di kapal 36 meter RB-206, kapal 107 (ukuran 12 meter) dan Rigit Inflotabel Boat (ukuran 8 meter). ”Hal itu untuk antisipasi jika terjadi musibah di laut, utamanya musibah pelayaran,” terangnya.

Bagi masyarakat yang memerlukan bantuan atau menginformasikan kejadian, bisa menghubungi nomor SAR, berikut ini; 024-7628345, 024-7629192 dan 024-7628345/115. (mg5/ida/ce1)