Eko Riyadi Prioritas Utama

192

SEMARANG – Meski telah melangkah untuk mempersiapkan tim menghadapi musim kompetisi 2015, namun PSIS saat ini juga masih ketar-ketir menunggu keputusan Komdis PSSI soal sanksi yang akan mereka terima buntut dari sepakbola gajah beberapa waktu lalu.

Terutama untuk sanksi personal yang saat ini mengancam beberapa pemain, official dan juga manajemen tim berjuluk Mahesa Jenar tersebut. Rencananya hari ini Komdis akan memutuskan semua sanksi baik untuk PSSS maupun PSS Sleman.

Namun diluar soal sanksi tersebut, Direktur Teknis PSIS, Setyo Agung Nugroho megakui, saat ini PSIS telah memutuskan untuk mempertahankan punggawa mereka untuk kembali bertempur di kompetisi musim depan. “Tapi semua memang kami serahkan ke pemain, itu pilihan mereka sebagai pemain profesional. Tapi semakin banyak kami bisa pertahankan musim depan kami juga tidak kesulitan untuk membangun tim karena mayoritas adalah pemain-pemain lama dimana secara tim mereka sudah terbentuk,” tegas Agung.

Termasuk untuk tim pelatih. Mantan manajer tim PSIS itu menilai kinerja tim pelatih di bawah komando Eko Riyadi cukup memberikan ruh tersendiri bagi permainan Fauzan Fajri dkk selama mengarungi musim ini. “Apalagi kalau dilihat dari prestasi musim ini PSIS berhasil masuk empat besar itu merupakan prestasi terbaik selama turun di Divisi Utama lima musim ini. Jadi menurut saya tim pelatih layak untuk dikasih kesempatan lagi musim depan,” beber Agung.

Sementara setelah menyelesaikan kontrak mereka bersama PSIS Semarang per 10 November 2014 kemarin mayoritas punggawa PSIS musim ini belum memberi keputusan apakah akan bertahan di tim berjuluk Mahesa Jenar itu atau memutuskan untuk hengkang.

Agung menambahkan, dari pertemuan dengan pemain beberapa waktu lalu mayoritas pemain memang tidak ingin tergesa-gesa membicarakan masalah nilai kontrak. Di satu sisi manajemen PSIS menurutnya juga masih menghitung budget finansial terutama menyangkut kenaikan nilai kontrak pemain. “Jadi kemarin pemain juga diminta untuk mengutarakan nilai kontrak mereka untuk musim depan. Ya menurut saya wajar pemain ingin nilai kontrak naik atau minimal tetap seperti musim ini. Nah dari situ kami jadi bisa menghitung untuk masalah budget anggaran untuk nantinya melakukan negosiasi lanjutan,” bebernya. (bas/smu)