Angkutan Tak Layak Jalan Nekat Beroperasi

324
KACA PECAH: Salah satu bus yang terjaring razia kelayakan jalan oleh petugas Dishubkominfo Kota Semarang lantaran kondisi kaca depan pecah. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
 KACA PECAH: Salah satu bus yang terjaring razia kelayakan jalan oleh petugas Dishubkominfo Kota Semarang lantaran kondisi kaca depan pecah. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

KACA PECAH: Salah satu bus yang terjaring razia kelayakan jalan oleh petugas Dishubkominfo Kota Semarang lantaran kondisi kaca depan pecah. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

TERBOYO – Angkutan umum yang beroperasi di Kota Semarang ternyata masih banyak yang tak layak jalan. Terbukti, dalam operasi penertiban angkutan umum yang digelar Selasa (4/11) kemarin, sedikitnya 5 bus dan 4 angkot terpaksa dilakukan penilangan karena dinilai sudah tidak layak jalan. Operasi penertiban kelayakan jalan oleh petugas Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Semarang itu digelar di Terminal Terboyo dan di sejumlah jalan raya di luar terminal. Petugas memeriksa surat-surat kendaraan, bodi mobil, uji KIR, serta kondisi ban, rem, dan lampu.

Kasi Lalu Lintas Bidang Darat Dishubkominfo Kota Semarang, Suyatmin, mengatakan, penertiban kelayakan tranportasi umum ini bakal dilakukan secara rutin empat kali dalam setiap minggunya. Menurutnya, penertiban yang dilakukan bertujuan untuk kepentingan dan keselamatan bersama. Pemeriksaan kelayakan transportasi umum, meliputi kelengkapan surat-surat kendaraan, uji KIR, ban, rem, serta lampu sein menyala atau tidak.

”Lima unit bus terjaring saat operasi di dalam Terminal Terboyo, dan 4 angkot di jalan raya. Rata-rata bodinya sudah tidak layak, misalnya keropos atau kaca depan retak,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Selasa, (4/10).

Dikatakan, penertiban itu dilakukan di kawasan Semarang Timur dahulu. Selanjutnya merambah ke berbagai jalan protokol di Kota Semarang. Di antaranya melakukan penyisiran di wilayah Sayangan, terminal lama, terminal bayangan Senjoyo, depan Kantor Pos Johar, serta nantinya juga dilakukan di depan Masjid Kauman.

”Ini merupakan kegiatan pertama kali sejak saya menjabat tugas baru (sebagai Kasi Lalu Lintas Bidang Darat Dishubkominfo). Ke depannya akan dikoordinasikan dengan pengusaha angkot, karena alat transportasi yang tidak layak jalan tidak boleh dioperasikan,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan. ”Jadi, angkutan umum yang terjaring razia ini akan dilakukan penilangan,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengakui, kendaraan yang melanggar kelayakan jalan akan dilakukan penilangan, yang selanjutnya akan disidangkan di pengadilan. Ke depannya, operasi penertiban layak jalan ini juga akan dilakukan secara rutin. Hanya saja, pihaknya mengakui masih terkendala rendahnya denda persidangan.

”Memang kita masih terkendala dengan murahnya denda persidangan, sehingga para sopir atau pemilik angkutan umum tidak jera untuk kembali mengoperasikan alat tranportasinya yang jelas-jelas melanggar kelayakan jalan,” katanya.

Salah seorang calon penumpang, Rina Astuti, 27, mendesak supaya pemerintah lebih rutin melakukan operasi penertiban kelayakan alat transportasi umum. Selain itu, pemerintah juga harus berani memberikan sanksi tegas kepada sopir atau pemilik transportasi supaya ada tindakan jera. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk keselamatan bersama.

”Ini kan untuk keselamatan bersama kepada para pengguna jalan. Sehingga tindakan ini harus lebih serius dilakukan. Jadi, jangan hanya ditilang saja terus nanti diambil lagi oleh pemiliknya dan dioperasikan lagi. Sama saja itu tidak melakukan tindakan penertiban. Jadi, harus ada sanksi tegas,” harapnya. (mg9/aro/ce1)