Jadi Ajang Sharing, hingga Kerja Sama Bisnis

315
AKRAB: Sejumlah anggota Toyota Soluna Vios Club (TSVC) Chapter Semarang saat kopi darat. (TSVC FOR RADAR SEMARANG)
AKRAB: Sejumlah anggota Toyota Soluna Vios Club (TSVC) Chapter Semarang saat kopi darat. (TSVC FOR RADAR SEMARANG)
AKRAB: Sejumlah anggota Toyota Soluna Vios Club (TSVC) Chapter Semarang saat kopi darat. (TSVC FOR RADAR SEMARANG)

SEBUAH komunitas dibentuk tidak hanya untuk memperkuat eksistensinya. Dibentuknya sebuah komunitas juga menjadi wadah untuk memperkuat tali persaudaraan dan melakukan berbagai kegiatan yang tentunya positif. Termasuk saat dibentuk Toyota Soluna Vios Club (TSVC) Chapter Semarang yang menjadi wadah berkumpul para pemilik mobil keluaran Jepang tersebut.

TSVC dibentuk pada 16 Juli 2012 dengan jumlah anggota tetap 25 orang, dan 15 orang partisipan. Kini jumlah anggota komunitas ini semakin bertambah menyusul semakin banyaknya pemilik mobil serupa yang ikut bergabung.

Ketua TSVC Chapter Semarang, Kemmy Putra, mengatakan, komunitas ini menampung para pemilik mobil Toyota Soluna dan Toyota Vios. Saat ini, para pemilik mobil yang sama-sama jenis sedan tersebut memang masih dalam satu wadah, yakni chapter Semarang. Meski begitu, tidak menutup kemungkinan ke depan akan berdiri klub-klub kecil lagi.

”Banyaknya pengguna mobil Vios dan Soluna tidak menutup kemungkinan jika klub akan berkembang dan semakin banyak klub yang muncul,” katanya.

Kemmy menceritakan, ide pembentukan komunitas mobil ini bermula dari kumpul-kumpul sesama pengguna mobil sedan ini. Member pun semakin berkembang, bukan hanya kalangan eksekutif muda, tapi juga pelajar dan mahasiswa ikut bergabung.

”Awal terbentuk, susah sekali menyatukan karakter masing-masing anggota. Namun seiring berjalannya waktu, kekompakan pun bisa dipupuk,” kenangnya.

Menurut dia, perbedaan ide atau pendapat biasanya terjadi saat dilakukan kopdar atau kopi darat setiap Senin minggu pertama dan minggu kedua. Namun, perbedaan pendapat itu justru dianggap memperkaya ide-ide fresh dari para anggota.

”Meski berbeda pendapat, persaudaraan tetap terjaga. Kami beranggapan jika beda pendapat adalah hal biasa dan menjadi acuan jika sebuah komunitas bisa tumbuh dengan besar dan maju bersama,” katanya optimistis.

Bukan hanya nongkrong, berbagai kegiatan sosial kerap dilakukan untuk menghilangkan kesan negatif klub mobil yang biasanya hanya dianggap menghambur-hamburkan uang saja.

”Sikap arogan di jalan kita tekan di sini, kita mau tepis anggapan miring masyarakat tentang klub mobil. Kegiatan sosial selalu kita lakukan pada saat gathering ataupun touring, seperti kunjungan ke panti asuhan. Selain itu, hal ini dilakukan untuk menumbuhkan kepekaan sosial antaranggota,” ujarnya.

Komunitas ini juga menjalin kerja sama dengan bengkel mobil di Kota Semarang. Dengan menjadi anggota TSVC, akan mendapatkan diskon cukup besar jika servis di bengkel yang sudah menjalin kerja sama.

”Ini salah satu keuntungan menjadi member kami. Selain itu, jika mengalami masalah pada saat bepergian baik touring komunitas atau pribadi, bisa mengontak TSVC terdekat untuk meminta bantuan,” paparnya.

‪Tak hanya itu, kata dia, sesama anggota komunitas ini bahkan ada yang menjalin bisnis bersama. Jadi, komunitas mobil ini bukan hanya kumpul-kumpul menghabiskan waktu, tapi banyak kegiatan positif yang dilakukan. ”Ada manfaat dari sisi ekonomi juga, yakni bisa menjalin bisnis bersama dengan sesama anggota klub,” ujarnya. (*/aro/ce1)