Hari Ini, 10 BRT Koridor III Beroperasi

169

BALAI KOTA – Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang Koridor III rute Pelabuhan Tanjung Emas-Jalan Sultan Agung akan dioperasikan hari ini (1/11). Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melalui Badan Layanan Umum (BLU) BRT menyiapkan 12 armada untuk melayani rute tersebut. Sementara untuk launching Koridor III, dilakukan pada Rabu (5/11) mendatang oleh Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Saat ini sudah ada tiga koridor BRT yang beroperasi, yakni koridor I yang melayani Mangkang-Penggaron, koridor II (Terboyo-Sisemut), dan koridor IV (Cangkiran-Bandara Ahmad Yani-Stasiun Tawang). Setelah koridor III yang melayani rute Pelabuhan Tanjung Emas-Sultan Agung dioperasikan, akan disusul pengoperasian dua koridor baru yang dilakukan pada tahun depan.

Kepala BLU BRT Trans Semarang, Bambang Kuntarso menjelaskan bahwa total ada 12 unit bus yang telah disiapkan untuk koridor III, terdiri atas 10 siap operasi dan 2 siap guna operasi atau cadangan. ”Soft opening koridor III besok (hari ini, Red), 10 bus seluruhnya akan langsung beroperasi di rute yang telah ditentukan. Selama dua hari tarif penumpang gratis, sebagai ajang pengenalan atau promosi,” katanya kemarin (31/10).

Seluruh bus yang disediakan oleh pemenang lelang dengan nilai total sekitar Rp 2 miliar itu, akan menempuh rute dengan jarak total panjangnya 56 kilometer. Di sepanjang rute tersebut, telah dibangun 53 shelter. Terdiri atas 23 shelter permanen bantuan dari Pemprov Jateng dan 20 shelter dibangun sendiri oleh pemkot.

”Pemkot membangun shelter dalam jenis portable. Sebenarnya, butuh 56 shelter karena kami membangunnya di setiap jarak 1 kilometer. Tapi yang 3 shelter permanen lagi akan dibangun menyusul,” katanya.

Idealnya, kata Bambang, shelter dibangun di setiap interval 600-800 meter satu bangunan shelter. Namun, karena kesulitan dalam menentukan lokasi shelter sehingga hanya 56 shelter. Tapi jumlah itu dinilai sudah mencukupi untuk jarak tempuh BRT sepanjang 56 kilometer.

”Kami kesulitan mencari titik lokasi shelter, karena biasanya pemilik bangunan atau lahan di belakang shelter merasa keberatan. Meskipun sebenarnya shelter dibangun masih di lahan milik pemerintah,” jelasnya.

Untuk ukuran bus sama dengan koridor II dan IV yaitu ukuran sedang dan berwarna merah. Bus ini berkapasitas 20 penumpang duduk dan 22 penumpang berdiri. Tarifnya juga diberlakukan sama, yaitu Rp 1.000 untuk pelajar dan Rp 3.500 untuk umum. Pada pengoperasian awal okupansi penumpang ditargetkan bisa mencapai 12 persen dari total kapasitas. ”Selain itu, untuk pengoperasian koridor III juga sudah kami siapkan 80 tenaga untuk petugas driver, kru bus, penjaga shelter, dan petugas keamanan,” tambahnya.

Namun demikian, untuk tiket elektronik (e-ticket) masih belum bisa diberlakukan karena masih tahap persiapan. Belajar dari kendala pengoperasian e-ticket di koridor lainnya, maka e-ticket di koridor III ini akan dibuat protable. Dengan tanggung jawab oleh petugas e-ticket di dalam BRT.

Kepala Dishubkominfo Kota, Agus Harmunanto menambahkan, tahun 2015, pihaknya akan meluncurkan lagi 2 koridor BRT. Sebab keseluruhan pemkot akan mengoperasikan sebanyak 8 koridor BRT. (zal/ida/ce1)