Jateng Minim SDM Pasar Modal

220

SEMARANG–Sumber daya manusia yang terjun ke pasar modal Jawa Tengah terbilang masih sangat minim. Sistem online pun dikembangkan guna mengatasi kelangkaan tersebut.

Ketua Ikatan Pialang Efek Indonesia (IPEI) Jateng, Hari Prabowo mengatakan bahwa pasar modal merupakan bidang yang mulai berkembang. Sayangnya, untuk Jawa Tengah sendiri hingga saat ini masih terkendala pada sumber daya manusia.

“Seringkali saya temui banyak sekali fresh graduate yang memenuhi bursa kerja, tapi hanya sedikit yang berminat berkarier di pasar modal,” ujarnya, kemarin.

Padahal, lanjutnya, permintaan SDM yang trampil di bidang ini cukup tinggi. Di Jawa Tengah sendiri setidaknya ada 26 perusahaan sekuritas, belum lagi sejumlah bank yang mulai melebarkan sayap dengan mengembangkan bisnis di bidang pasar modal.

“Sebagai salah satu lembaga pelatihan profesi pasar modal, bisa dibilang lulusan lembaga kami ini sudah ijon. Jadi, tiap ada yang kursus, belum lulus sudah diminta CV-nya oleh perusahaan sekuritas atau bank,” ujarnya.

Hal ini juga tidak lepas dari syarat yang diberlakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dimana, tiap perusahaan sekuritas harus memiliki tenaga ahli yang tersertifikasi pasar modal atau yang mumpuni di bidang ini.

“Karena kurang, jadinya buat rebutan. Kebanyakan juga diambil oleh perusahaan-perusahaan Jakarta. Selain itu, minimnya SDM di bidang ini juga menjadi kendala berkembangnya pasar modal di daerah. Padahal potensinya cukup besar,” ujarnya.

Kelangkaan SDM di bidang pasar modal ini, lanjutnya, coba diatasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Salah satunya dengan melakukan perdagangan secara online. “Dengan pemanfaatkan IT ini, cabang boleh jadi tidak terlalu banyak, namun jaringan bisa cukup luas,” tandasnya. (dna/ida)