Ingin Jadi Dokter Spesialis

279
Dewi Chandraningrum ( M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
Dewi Chandraningrum ( M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)
Dewi Chandraningrum (
M. HARIYANTO/RADAR SEMARANG)

DEWI Chandraningrum, 30, menjadi seorang dokter sudah impiannya ketika masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) di Kota Semarang. Karena itulah, dia rela meninggalkan Kota Semarang selama enam tahun untuk menyelesaikan impiannya di Fakultas Kedokteran Universitas Atmajaya Jakarta tahun 2002-2008.

”Selesai kuliah langsung bekerja menjadi dokter jaga di salah satu rumah sakit selama satu tahun. Dari situ, saya banyak pengalaman terutama dalam menghadapi pasien dan keluarga pasien,” ungkap gadis kelahiran Kudus, Desember 1984 kepada Radar Semarang, Jumat (24/10) kemarin.

Dia mengaku pernah panik ketika kali pertama mendapati pasien terkena penyakit jantung yang datang tengah malam bersama keluarganya. ”Pasien datang mengeluh nyeri pada bagian ulu hati. Setelah diperiksa, ternyata serangan jantung. Jadi saya bingung harus menenangkan antara pasien dan keluarganya. Untung pasien itu tertolong,” ujarnya.

Baginya, menjadi seorang dokter, merupakan sebuah tantangan berat. Namun gadis yang baru saja melangsungkan pernikahan beberapa waktu lalu itu, belum puas dalam bidang karirnya pada usia sekarang ini. Dewi masih berkeinginan untuk menjadi dokter penyakit dalam spesialis geriatri.

”Kalau tidak ada halangan, usia 35 tahun nanti ingin sekolah lagi mengambil spesialis. Nantinya yang saya tangani orang tua berusia lanjut. Sebab orang tua harus diperhatikan agar memiliki usia panjang. Selama ini, banyak orang tua merasa kesepian lantaran anak-anaknya memiliki kesibukan masing-masing,” kata Dewi yang baru empat bulan menjadi dokter jaga di SMC RS Telogorejo Semarang.

Dewi juga mengakui masih asing kembali ke Kota Semarang. Selain itu, dirinya harus kembali beradaptasi pada lingkungan baru. Namun hal itu tidak menjadikan canggung.

”Harus adaptasi lagi. Ya memang pada semua tempat ada perbedaan. Seperti cara menghadapi pasien. Namun hal itu tidak menjadikan saya harus berkecil hati, akan tetapi semakin meningkatkan semangat profesional kerja saya,” imbuh gadis yang suka baca buku kedokteran dan novel. (mg9/ida/ce1)