Benahi Lagi Konsentrasi

115

SEMARANG – Jelang laga lanjutan babak 8 Besar Divisi Utama Grup N menjamu PSGC Ciamis di Stadion Jatidiri Semarang, Sabtu (18/10), jajaran pelatih PSIS telah melakukan sejumlah evaluasi teknis. Yang paling disorot jajaran pelatih adalah soal konsentrasi pemain.

”Evaluasi setelah tiga laga kemarin konsentrasi pemain harus diperbaiki. Kita pada laga tersebut bisa cepat cetak gol, tapi akhirnya kebobolan juga dengan cepat. Konsentrasi pemain agaknya kurang,” beber pelatih PSIS Eko Riyadi.

Ditambahkan, selain soal konsentrasi, kordinasi antar-lini juga akan dipoles menjelang laga nanti. Baik saat menyerang maupun bertahan, koordinasi antar-lini masih cukup lemah.

Sementara, dari beberapa lini, selain striker yang makin tajam, penampilan pemain yang berposisi sebagai breaker (gelandang bertahan) jugga dipuji pelatih. Terutama di dua laga tandang terakhir yaitu ketika berhasil menahan imbang Persiwa 1-1 dan mengalahkan PSGC Ciamis 4-2. Tampil dengan formasi andalan 4-2-3-1 penampilan dua breaker PSIS di lapangan mampu menjadi penyeimbang permainan tim ketika memainkan skema bertahan maupun menyerang.

Di dua pertandingan tersebut, Eko Riyadi sebenarnya sedikit melakukan eksperimen di posisi gelandang bertahan. Ketika lawan Persiwa, Eko menduetkan Vidi Hasiholan dan Andi Rohmad. Sedangkan pada laga versus PSGC lalu, posisi tersebut dipercayakan duet Vidi Hasiholan dan Edianto. ”Ketika di Wamena dipasang Vidi dan Andi, dan ketika melawan Ciamis Vidi dan Edianto, semuanya bermain baik. Tapi untuk siapa yang nanti lawan PSGC di Semarang akan dipasang belum tahu, tetap melihat kondisi terakhir mereka,” kata Eko.

Khusus untuk Vidi, diakui Eko penampilannya di posisi gelandang bertahan dalam dua laga terakhir memang patut diacungi jempol. Eks pemain PON Jateng tersebut mampu tampil apik di luar posisi aslinya sebagai gelandang serang. “Di gelandang bertahan biasanya kami menurunkan Andi Rohmad dan Edianto. Tapi sekarang dengan adanya Vidi yang kemarin mampu tampil bagus, di posisi tersebut kami jadi memiliki banyak pilihan,” sambung Eko. (bas/smu)