2015, Pendapatan Jateng Bisa Capai Rp 11,6 Triliun

111

GUBERNURAN – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jateng 2015, diprediksikan bisa mencapai Rp 11,6 triliiun. Jumlah ini diketahui, setelah Gubernur Jawa Tengah melakukan pemetaan dengan Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di gedung Gubernur Jateng, Senin (13/10).

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, awalnya PAD ditarget Rp 8 triliun. Tapi setelah dilakukan pemetaaan dan digali potensi Jateng, ternyata pendapatan bisa meningkat. ”Potensi pendapatan di Jateng bisa mencapai Rp 11,6 triliun. Dan ini masih bisa bertambah,” katanya.

Ganjar menambahkan, potensi besar pendapatan paling besar dari pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak balik nama, serta retribusi lainnya. Pajak kendaraan diakui merupakan pendapatan paling banyak. Meski begitu, ada penurunan karena banyaknya kendaraan yang ramah lingkungan. ”Kami masih terus menggali berbagai potensi yang bisa meningkatkan pendapatan daerah,” imbuhnya.

Ganjar mengaku akan terus menggali berbagai potensi pendapatan di Jateng. Tidak menutup kemungkinan, akan dibangun Perusahaan Daerah (Perusda) untuk meningkatkan pendapatan di Jateng. ”Dalam waktu dekat, saya akan mengumpulkan direksi perusda. Membangun perusda baru untuk menggenjot pendapatan,” tambahnya.

Kepala Bidang Retribusi dan Penerimaan lain-lain Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah (DPPAD) Jateng, Dyah Pupitasari mengakui jika pajak kendaraan merupakan sumbangan terbesar PAD Jateng. sebanyak Rp 7,4 triliun PAD 2013, Rp 6,7 triliun di antaranya dari pajak kendaraan. Meski begitu, sektor lain juga menyumbang pendapatan cukup besar. ”Pendapatan pajak kendaraan diprediksi sedikit berkurang, karena banyaknya kendaraan ramah lingkungan. Selain itu, tergantung dengan daya beli masyarakat,” tambahnya. (fth/zal/ce1)