Tingkatkan Nasionalisme Dengan Kirab Keliling

333

aksismp

Kebanyakan pihak memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan menggelar upacara bendera. Namun berbeda halnya dengan SMK Bina Utama, Kendal. Selain upacara, para siswa memiliki kreatifitas dengan melakukan kirab. Seperti apa?

Budi Setyawan, Kendal

Ratusan siswa SMK Bina Utama, Kendal menggelar aksi pawai kesaktian Pancasila, kemarin. Aksi tersebut untuk memperkuat rasa nasionalisme di kalangan pelajar dan masyarakat.
Pawai dilakukan dengan berjalan berkeliling dijalur pantura disekitar sekolah. Para peserta aksi membawa poster bergambar garuda dengan berbagai kreasi para siswa. Aksi tersebut mendapat perhatian dari warga yang melintas.
Siswa juga membawa spanduk yang bertuliskan bunyi sila – sila dalam Pancasila. Mereka juga mengibarkan bendera merah putih dan menyanyikan lagu garuda pancasila sepanjang perjalanan kirab.
Salah satu siswa, Siti Hamidah mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan rasa nasionalisme di hati para siswa. Sebab kini banyak anak muda yang sudah tidak memahami arti dan nilai yang tercantum dalam pancasila.
“Dengan menghargai dan menjunjungg tinggi Pancasilam berarti rasa cinta terhadap tanah air. Sehingga semua siswa bisa bangga dan terpupuk rasa nasionalismenya,” tandasnya.
Kepala SMK Bina Utama Christanto Wibowo menjelaskan, pawai ini merupakan kreatifitas pelajar dalam mengimplementasikan nilai luhur pancasila. “Selain itu juga untuk mengingatkan masyarakat terhadap bunyi dan lambang sila-sila pancasila sebagai salah satu dari 4 pilar kebangsaan,” jelas Christanto Wibowo.
Selain pawai, peringatan hari kesaktian Pancasila juga dilakukan dengan pembelajaran kewirausahaan kepada siswa. Pelatihan kewirausahaan ini agar siswa tidak hanya bergantung terhadap lapangan pekerjaan. Melainkan bisa menciptakan lapangan kerja yang baru.
“Harapannya, para siswa dapat membuka sebuah lapangan perkerjaan baru yang mampu menampung para pencari kerja. Sehingga tidak bergantung pada mengejar karir sebagai karyawan tapi bisa menjadi pegusaha,” tandasnya. (*/sas)