Mantan Terindah Angkat Pengalaman Metafisika

293
Road Show: Para artis pemeran film Mantan Terindah melakukan road show sebelum diputar di bulan November di Aula Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Rabu kemarin (24/9). (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Road Show: Para artis pemeran film Mantan Terindah melakukan road show sebelum diputar di bulan November di Aula Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Rabu kemarin (24/9). (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
Road Show: Para artis pemeran film Mantan Terindah melakukan road show sebelum diputar di bulan November di Aula Fakultas Teknik Sipil Universitas Diponegoro Rabu kemarin (24/9). (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

TEMBALANG – Lagu cinta karya Yovie Widianto berjudul Mantan Terindah diangkat ke layar lebar oleh Keana Production. Film yang dianggap memiliki karakter kuat dari segi tema dan lirik ini, kali kedua bagi artis cantik Marcella Zalianty sebagai produser film. Sedangkan film sebelumnya, Rectoverso yang diilhami dari sebuah novel buku karya Dewi Lestari.
”Banyak tantangan membuat film ini. Kali ini film diangkat dari sebuah lagu. Beda dengan novel, lagu mempunyai cerita dan tingkat emosional yang tinggi. Dari situ, saya mencoba memosisikan pengalaman batin saya untuk mengangkat film ini,” kata Marcella pada saat road show film Mantan Terindah di Aula Fakultas Teknik Sipil Undip, Rabu (24/9) siang kemarin.
Film yang dibintangi oleh Karina Salim, Ray Sahetapi, dan Edward Akbar ini diklaim tidak hanya menampilkan drama percintaan biasa, melainkan berbicara tentang metafisik karakter seseorang yang mempunyai kelebihan. ”Dalam film ini bercerita tantang takdir dan bagaimana manusia menyikapi dengan menerima atau justru mengubahnya,” tandasnya.
Sementara itu, Karina Salim yang memainkan tokoh bernama Nada mengatakan jika film yang ia bintangi memiliki kesulitan tinggi. ”Di sini saya didapuk sebagai seseorang yang punya indra keenam atau indigo yang bisa melihat masa depan,” akunya.
Saat syuting pun, Karina mengaku harus terjun dan melakukan riset agar mendapatkan karakter yang ia perankan. ”Saya hanya belajar dan melakukan observasi terhadap orang-orang yang memiliki kemampuan itu. Bahkan sampai sekarang, saya belum bisa keluar dari tokoh Nada,” tuturnya.
Sama halnya dengan Edward Akbar yang memerankan tokoh Genta yang juga harus menggali penokohan yang ia perankan. Menurutnya Genta adalah sosok yang memiliki masa lalu ekstrem hingga membuatnya tertutup dan idealis.
”Di film itu saya didapuk menjadi tokoh Genta yang sebagai seniman, penyair sekaligus musisi yang punya idealisme tinggi. Lantaran kedua orang tua saya diceritakan meninggal dalam kecelakaan pesawat,” tuturnya.
Karena itulah, Genta ingin karya yang ia ciptakan bisa menginspirasi banyak orang. ”Tapi Genta adalah orang yang tertutup. Sampai bertemu dengan Nada yang bisa mengubah hidupnya,” tandasnya.
Begitu pula dengan Ray Sahetapi yang berperan sebagai Profesor Adi yang merupakan ayah Nada yang dituntut menjadi intelektual dan seorang ayah. ”Sebagai ayah yang mempunyai anak dengan kelebihan indra keenam, saya harus memberikan pemahaman terhadap Nada agar selalu bersyukur dengan kelebihannya. Selain itu, sebagai seorang profesor saya selalu memiliki pemikiran dan karakter sendiri terhadap sesuatu hal atau permasalahan,” tambahnya.
CEO Berlian Entertainment, Dino Hamid yang juga promotor film mengungkapkan jika pengangkatan film Mantan Terindah berangkat dari kesuksesan konser Yovie Widianto. ”Antusiasme masyarakat dalam konser membuat saya terinspirasi. Judul lagu Mantan Terindah memang selalu menjadi perbincangan banyak orang,” ucapnya.
Lanjutnya, setiap orang pasti mempunyai pengalaman yang menarik di balik kisah sang mantan. ”Bagi saya, fenomena ini sangat menarik. Setiap orang pasti punya kisah di balik sang mantan. Karena itulah, kami menggelar road show untuk berbagi kepada para mahasiswa dan berbagi dengan kisah tentang sang mantan,” pungkasnya. Menurut informasi rencananya film ini akan akan diputar serentak di Indonesia pada 6 November mendatang. (den/ida/ce1)