Kegiatan Bongkar Muat Normal

217

SEMARANG – Operasional Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS) berangsur normal. Okupansi lapangan penumpukan pun tak sepadat sebelum libur lebaran lalu.

General Manager TPKS Iwan Sabatini mengatakan, saat libur lebaran kemarin terjadi penumpukan peti kemas. Okupansi di penumpukan bagian impor bahkan mencapai 68 persen. “Hal ini karena banyak perusahaan yang masih meliburkan karyawannya. Jadi boksnya sudah sampai, tapi belum diambil,” ujarnya, kemarin (7/8).

Dua hari belakangan penerimaan dan pengiriman mulai berjalan lancar. Pada Selasa (5/8) sebanyak 372 truk mengambil boks, sedangkan hari berikutnya ada sebanyak 480 truk. Jumlah tersebut berhasil mengurangi okupansi lapangan penumpukan menjadi 53 persen. Demikian halnya dengan jumlah boks yang terdapat di lapangan penumpukan ekspor di mana semua boks sudah dimuat ke dalam kapal untuk selanjutnya dibawa ke luar negeri. Ini juga mengurangi penumpukan.

Selain itu, lanjutnya kegiatan bongkar muat juga sudah berjalan normal. Dua kapal internasional kemarin bersandar. Yaitu Wan Hai 212 dengan 150 boks bongkar dan 175 boks dimuat untuk selanjutnya dibawa ke luar negeri, sedangkan kapal yang kedua yaitu Ned Coral dengan jumlah boks 285 bongkar dan 82 muat. “Hingga hari Sabtu (9/8) mendatang jumlah kapal yang akan sandar ke TPKS mencapai mencapai enam kapal, di saat normal terutama mulai hari Rabu hingga Sabtu rata-rata jumlah kapal yang sandar ada dua buah, tetapi untuk Minggu-Selasa biasanya sepi karena industri baru mulai melakukan produksi,” jelasnya.

Sebelumnya seiring dengan berakhirnya libur Lebaran Iwan meminta kepada perusahaan pengguna jasa agar segera mengambil boks yang masih tertahan di lapangan penumpukan TPKS. “Saat kendaraan angkutan barang dalam ukuran besar sudah beroperasi, harapan kami mereka segera melakukan proses delivery dengan demikian ketinggian lapangan penumpukan dapat segera berkurang,” tegasnya. (dna/smu)