PGRI Nyatakan Netral

228

TEMANGGUNG–Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Temanggung menyatakan akan netral dalam menghadapi pilpres 9 Juli mendatang. Netralitas organisasi yang menampung para guru ini dinilai sangat penting untuk menjaga kesolidan guru agar tidak terpecah karena politik praktis sehingga urusan pendidikan yang digelutinya berjalan lancar.
“PGRI bersikap netral serta menyerahkan sepenuhnya kepada anggota untuk menggunakan hak pilihnya secara tegas,” kata Ketua PGRI Kabupaten Temanggung Akhmad Saryono.
Dia menegaskan khusus bagi anggota PGRI yang berstatus sebagai PNS untuk tetap menjaga netralitasnya, namun tetap menggunakan hak pilihnya secara cerdas dan bertanggung jawab serta tidak terlibat atau melibatkan diri dalam kegiatan politik praktis.
Dikemukakan, pengurus PGRI Temanggung senantiasa berkomitmen agenda demokrasi harus sukses dengan tanpa ekses dan berjalan sesuai Undang-undang Pemilu.  PGRI Temanggung terangnya, mendorong anggotanya berperan aktif untuk mengambil peran masing-masing secara proporsional dan profesional sesuai dengan batas kewenangan dan tanggung jawabnya.
Dia mengemukakan sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat penuh, sudah barang tentu agenda nasional pilpres harus diselamatkan oleh seluruh lapisan masyarakat secara demokratis dengan tetap mengedepankan rasa keadilan. Juga penuh kejujuran, transparansi serta memenuhi azaz kemanfaatan bagi seluruh warga negara.
Selain PGRI, sejumlah ormas yang telah menyatakan diri netral pada pemilu presiden kali ini antara lain GP Ansor Temanggung, Jaringan GUSDURian, PC Nahdlatul Ulama serta seluruh badan otonomnya. “Ada di antara anggota kami yang berpolitik praktis. Namun, itu tidak membawa nama organisasi,” tambah Ketua GP Ansor Temanggung, Yami Blumut. (zah/lis)