Jembatan Desa Slukatan Difasilitasi ILO

173

WONOSOBO –  Untuk pertama kalinya di Kabupaten Wonosobo, sebuah jembatan gantung full stainless akan terbentang dan menjadi penghubung antardesa. Jembatan gantung tersebut dibangun di Desa Slukatan, Kecamatan Mojotengah, dengan biaya dari APBN dan difasilitasi oleh organisasi PBB, International Labour Organisation (ILO).
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Wonosobo Gatot Hermawan menyampaikan,  pembangunan jembatan gantung tersebut, direncanakan tuntas pada November 2014 mendatang, batu pertama fondasi jembatan gantung Wangan Condong sudah dipasang.
“Pembangunan  dilakukan gotong royong masyarakat, 100 warga desa laki-laki dan perempuan  tiap hari bergantian bekerja sama,”katanya
Gatot menjelaskan, pelaksanaan kegiatan peletakan batu pertama, di tepi sungai Condong, Desa Slukatan, jembatan tersebut sudah dilakukan dua hari lalu oleh Sekda Wonosobo. Kegiatan ini merupakan proyek percontohan nasional. Selain di Slukatan, Wonosobo, Kementerian Tenaga Kerja RI juga mendanai jembatan serupa di Nias, Aceh, Kalimantan Tengah, dan Bantul, DIY.
“Pembangunan jembatan ini, melalui program infrastruktur pedesaan padat pekerja berbasis sumber daya lokal (IP3-BSDL), hasil kerja sama Kemenakertrans RI dengan ILO,”katanya.
Ditambahkan Gatot, jembatan gantung selebar 120 cm dan panjang 62 meter tersebut, dibangun untuk meningkatkan infrastruktur pedesaan. Dengan melibatkan warga masyarakat setempat, program IP3-BSDL juga diharapkan mampu memberikan penghasilan tambahan bagi yang masih menganggur atau setengah menganggur.
“Terbangunnya jembatan gantung, nantinya juga diharapkan mampu melancarkan roda perekonomian masyarakat di Desa Slukatan dan sekitarnya,”katanya.
Kepala Desa Slukatan Ahmad Suyudi mengatakan, bagi warga desa Slukatan, jembatan Wangan Condong juga memiliki arti penting. Karena selama ini, warga harus menempuh jarak tak kurang dari 6 kilometer untuk menuju desa tetangga, dengan adanya jembatan gantung, nantinya jarak tersebut hanya tinggal sekitar 1 kilometer saja.
“Kebutuhan akan sarana penghubung untuk melintasi sungai Condong bagi warga Slukatan memang sudah lama diidamkan,” ujarnya.
Selain untuk melancarkan roda perekonomian, keberadaan jembatan gantung juga akan sangat membantu anak-anak sekolah dari Slukatan, yang menuntut ilmu di desa tetangga.
“Karena itulah, ketika muncul tawaran dari Disnakertrans untuk membangun jembatan gantung, warga bahkan rela dan ikhlas mewakafkan sebagian tanah mereka untuk dibuat jalan akses menuju jembatan, serta area pondasi di kedua ujung jembatan,” ungkapnya. (ali/lis)