Investor Kebut Bangun TPPS Tahap II

188

SALATIGA – Setelah mendapatkan lampu hijau pembangunan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) tahap II, PT Patra Berkah Itqoni (PBI) selaku investor pembangunan Pasar Rejosari langsung tancap gas. Diharapkan, sebelum Lebaran TPPS telah selesai dibangun.
Pembangunan TPPS tahap II yang diperuntukkan bagi para pedagang kios tersebut, saat ini sampai pada tahap pemasangan rangka baja, pavingisasi serta pembuatan talut. ”Atap akan segera dipasang dan cepat bisa dipergunakan pedagang,” terang Humas PT PBI, Khafidz, kemarin.
Secara teknis, Khafidz menyebutkan proses pembangunan TPPS tahap II berjalan lancar. Ia optimistis sebelum Lebaran TPPS yang menurut rencana terdiri atas 66 kios sudah rampung seluruhnya. Saat disinggung mengenai kendala, Khafidz hanya menyebutkan cuaca. Namun secara keseluruhan semua berjalan lancar.
”Setelah TPPS tahap II rampung, terkait siapa yang mendapat prioritas menempati nantinya akan diserahkan kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM). Kewajiban kami hanya sebatas pembangunan fisik, baik TPPS maupun bangunan pasar nantinya,” imbuh Khafidz.
Sementara itu, terkait upaya meramaikan pasar dan meningkatkan transaksi pembelian, PT PBI mulai 15 Juni hingga Agustus mendatang menggelar program undian berhadiah. Setiap pembelanjaan di atas Rp 10 ribu, pembeli akan mendapatkan satu karcis. Dan jika sudah terkumpul tiga karcis, pembeli dapat menukarkan karcisnya dengan satu lembar kupon berhadiah yang akan diundi Agustus nanti. Selain meningkatkan transaksi di salah satu pasar tradisional tersebut, program digelar dalam rangka ikut memeriahkan HUT Kota Salatiga dan HUT Kemerdekaan RI tahun ini. 
Kepala Disperindagkop dan UMKM Kota Salatiga, Sri Danudjo menyambut baik adanya program undian tersebut. Hal itu menjadi salah satu upaya untuk menarik kembali pengunjung pasar yang terletak di ujung barat Jalan Veteran tersebut. Bahkan pihaknya menjajaki melakukan program serupa di seluruh pasar tradisonal di Kota Salatiga. ”Kami saat ini sedang mengkaji kemungkinan menerapkan program serupa. Kami mengusahakan anggarannya dari APBD Perubahan 2014,” kata Sri Danudjo. (sas/aro/ce1)